Tengok Kanan-Kiri Sebelum Melintas Rel, Keselamatan Perjalanan Dimulai dari Kedisiplinan di Perlintasan Sebidang
Dwi sasongko
Selasa, 26 Mei 2026 - 10:26 WIB
Tengok Kanan-Kiri Sebelum Melintas Rel, Keselamatan Perjalanan Dimulai dari Kedisiplinan di Perlintasan Sebidang
LANGIT7.ID-Jakarta; Mobilitas masyarakat kembali meningkat memasuki awal pekan. Aktivitas berangkat kerja, mengantar anak sekolah, distribusi logistik, hingga perjalanan antarkota membuat lalu lintas di berbagai kawasan kembali padat, termasuk di sekitar perlintasan sebidang kereta api.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengingatkan masyarakat agar selalu berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri, memastikan kondisi jalur aman, serta mendahulukan perjalanan kereta api saat melintas di perlintasan sebidang.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan keselamatan di perlintasan sangat bergantung pada kedisiplinan pengguna jalan. Dalam banyak kejadian, kecelakaan terjadi karena pengendara terburu waktu, menerobos, atau kurang memastikan kondisi jalur sebelum melintas.
“Beberapa detik untuk berhenti dan melihat kondisi jalur dapat menjaga keselamatan banyak orang. Kami mengajak masyarakat lebih disiplin saat melintas di perlintasan sebidang, terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari,” ujar Anne dalam keterangannya, Selasa (26/5/2026).
Saat ini terdapat 3.674 perlintasan sebidang di Indonesia, dengan 1.810 titik menjadi fokus penanganan. Penetapan prioritas tersebut dilakukan berdasarkan tingkat risiko di lapangan, mulai dari intensitas kendaraan, lebar jalan, kedekatan dengan kawasan permukiman dan pusat aktivitas masyarakat, hingga kondisi geometrik perlintasan yang memengaruhi keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 172 titik diarahkan untuk penutupan karena kondisi jalan terbatas dan tingkat risiko yang tinggi, sedangkan 1.638 titik lainnya memerlukan peningkatan fasilitas keselamatan secara bertahap seperti penempatan penjaga perlintasan, pemasangan alat peringatan, hingga peningkatan sistem pengamanan.
Hingga 23 Mei 2026, KAI bersama para pemangku kepentingan telah merealisasikan penutupan 94 titik perlintasan atau sekitar 55 persen dari target penanganan awal. Beberapa wilayah bahkan telah mencapai progres 100 persen seperti Divre I Sumatra Utara, Divre III Palembang, Daop 2 Bandung, Daop 3 Cirebon, Daop 6 Yogyakarta, Daop 7 Madiun, dan Daop 8 Surabaya.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengingatkan masyarakat agar selalu berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri, memastikan kondisi jalur aman, serta mendahulukan perjalanan kereta api saat melintas di perlintasan sebidang.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan keselamatan di perlintasan sangat bergantung pada kedisiplinan pengguna jalan. Dalam banyak kejadian, kecelakaan terjadi karena pengendara terburu waktu, menerobos, atau kurang memastikan kondisi jalur sebelum melintas.
“Beberapa detik untuk berhenti dan melihat kondisi jalur dapat menjaga keselamatan banyak orang. Kami mengajak masyarakat lebih disiplin saat melintas di perlintasan sebidang, terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari,” ujar Anne dalam keterangannya, Selasa (26/5/2026).
Saat ini terdapat 3.674 perlintasan sebidang di Indonesia, dengan 1.810 titik menjadi fokus penanganan. Penetapan prioritas tersebut dilakukan berdasarkan tingkat risiko di lapangan, mulai dari intensitas kendaraan, lebar jalan, kedekatan dengan kawasan permukiman dan pusat aktivitas masyarakat, hingga kondisi geometrik perlintasan yang memengaruhi keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 172 titik diarahkan untuk penutupan karena kondisi jalan terbatas dan tingkat risiko yang tinggi, sedangkan 1.638 titik lainnya memerlukan peningkatan fasilitas keselamatan secara bertahap seperti penempatan penjaga perlintasan, pemasangan alat peringatan, hingga peningkatan sistem pengamanan.
Hingga 23 Mei 2026, KAI bersama para pemangku kepentingan telah merealisasikan penutupan 94 titik perlintasan atau sekitar 55 persen dari target penanganan awal. Beberapa wilayah bahkan telah mencapai progres 100 persen seperti Divre I Sumatra Utara, Divre III Palembang, Daop 2 Bandung, Daop 3 Cirebon, Daop 6 Yogyakarta, Daop 7 Madiun, dan Daop 8 Surabaya.