Sertifikasi Halal Jadi Kunci Ekspansi Ekspor, LPPOM Bidik Pelaku Industri Vietnam
Tim langit 7
Selasa, 26 Mei 2026 - 12:00 WIB
Sertifikasi Halal Jadi Kunci Ekspansi Ekspor, LPPOM Bidik Pelaku Industri Vietnam
LANGIT7.ID-Jakarta; Industri halal kini semakin dipandang sebagai instrumen strategis dalam perdagangan internasional, bukan lagi sekadar urusan kepatuhan terhadap syariat agama. Melihat tren tersebut, LPPOM menilai Vietnam memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya di pasar halal global berkat kekuatan sektor manufaktur dan ekspornya.
Pandangan itu disampaikan LPPOM saat berpartisipasi dalam ajang Food Ingredients Vietnam (Fi Vietnam) yang berlangsung pada 13–15 Mei 2026. Dalam forum internasional tersebut, LPPOM aktif mendorong edukasi sekaligus membuka ruang kolaborasi halal di kawasan ASEAN.
Pada talkshow bertajuk “Halal Made Easy: How Vietnamese Entrepreneurs Can Tap Into Global Markets Without the Hassle” yang digelar 14 Mei 2026, Rohil Salsabila menekankan bahwa Vietnam memiliki modal kuat untuk masuk lebih jauh ke rantai pasok halal internasional.
“Kekuatan sektor manufaktur dan kemampuan ekspor Vietnam menjadi modal utama untuk memasuki pasar halal internasional yang terus berkembang. Dari perspektif LPPOM sebagai Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), Vietnam memiliki potensi yang sangat kuat di pasar halal global karena didukung sektor manufaktur dan kemampuan ekspor yang kompetitif,” ujar Rohil Salsabila, dilansir dari situs LPPOM, Selasa (26/5/2026).
Menurut Rohil, perkembangan pasar halal global saat ini menunjukkan perubahan cara pandang konsumen. Halal tidak lagi hanya diasosiasikan dengan aspek keagamaan, tetapi juga telah berkembang menjadi simbol kualitas, keamanan, higienitas, dan transparansi produk yang semakin dicari pasar internasional.
Dengan kondisi tersebut, sejumlah sektor dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan Vietnam, mulai dari produk makanan dan minuman olahan, hasil laut, kopi dan produk pertanian, hingga kosmetik, perawatan pribadi, produk pangan fungsional, serta suplemen kesehatan. Potensi ini membuat Vietnam dipandang mampu menjadi salah satu pusat manufaktur halal penting di ASEAN.
Di tengah peluang tersebut, tantangan dalam perdagangan halal global juga masih membayangi. Perbedaan standar dan implementasi sertifikasi halal antarnegara dinilai masih menjadi hambatan nyata bagi pelaku usaha yang ingin memperluas akses pasar.
Pandangan itu disampaikan LPPOM saat berpartisipasi dalam ajang Food Ingredients Vietnam (Fi Vietnam) yang berlangsung pada 13–15 Mei 2026. Dalam forum internasional tersebut, LPPOM aktif mendorong edukasi sekaligus membuka ruang kolaborasi halal di kawasan ASEAN.
Pada talkshow bertajuk “Halal Made Easy: How Vietnamese Entrepreneurs Can Tap Into Global Markets Without the Hassle” yang digelar 14 Mei 2026, Rohil Salsabila menekankan bahwa Vietnam memiliki modal kuat untuk masuk lebih jauh ke rantai pasok halal internasional.
“Kekuatan sektor manufaktur dan kemampuan ekspor Vietnam menjadi modal utama untuk memasuki pasar halal internasional yang terus berkembang. Dari perspektif LPPOM sebagai Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), Vietnam memiliki potensi yang sangat kuat di pasar halal global karena didukung sektor manufaktur dan kemampuan ekspor yang kompetitif,” ujar Rohil Salsabila, dilansir dari situs LPPOM, Selasa (26/5/2026).
Menurut Rohil, perkembangan pasar halal global saat ini menunjukkan perubahan cara pandang konsumen. Halal tidak lagi hanya diasosiasikan dengan aspek keagamaan, tetapi juga telah berkembang menjadi simbol kualitas, keamanan, higienitas, dan transparansi produk yang semakin dicari pasar internasional.
Dengan kondisi tersebut, sejumlah sektor dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan Vietnam, mulai dari produk makanan dan minuman olahan, hasil laut, kopi dan produk pertanian, hingga kosmetik, perawatan pribadi, produk pangan fungsional, serta suplemen kesehatan. Potensi ini membuat Vietnam dipandang mampu menjadi salah satu pusat manufaktur halal penting di ASEAN.
Di tengah peluang tersebut, tantangan dalam perdagangan halal global juga masih membayangi. Perbedaan standar dan implementasi sertifikasi halal antarnegara dinilai masih menjadi hambatan nyata bagi pelaku usaha yang ingin memperluas akses pasar.