Kasad Tekankan Pentingnya Menjaga Warisan Budaya dan Mempererat Persaudaraan
Dwi sasongko
Rabu, 10 Juni 2026 - 07:49 WIB
Kasad Tekankan Pentingnya Menjaga Warisan Budaya dan Mempererat Persaudaraan
LANGIT7.ID-Toba; Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menegaskan pentingnya menjaga warisan budaya dan mempererat tali persaudaraan sebagai bagian dari upaya melestarikan nilai-nilai luhur bangsa. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri acara adat keluarga besar Marga Simanjuntak di Kompleks Tugu Persatuan Simanjuntak Sitolu Sada Ina, Desa Hutabulu Mejan, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Selasa (9/6/2026).
Kehadiran Kasad yang didampingi Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Ny. Uli Maruli Simanjuntak disambut unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, serta keluarga besar Marga Simanjuntak. Penyambutan diawali dengan tarian Tor-tor yang dibawakan para remaja Desa Hutabulu Mejan sebagai bentuk penghormatan kepada Kasad beserta rombongan.
Nuansa adat Batak yang kental mewarnai seluruh rangkaian kegiatan, mencerminkan semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Momentum tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antargenerasi dalam menjaga identitas budaya dan akar sejarah keluarga.
Dalam prosesi adat tersebut, Kasad bersama keluarga besar Marga Simanjuntak melaksanakan ziarah ke Tambak (makam) Opung Sobosihon Boru Sihotang sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur. Kegiatan tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga hubungan kekeluargaan serta menghargai jasa dan nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi Pasahan Ulos Hoba-Hoba, pemberian Dekke dari Tulang Sihotang, serta sambutan dari Ketua Panitia, perwakilan Persatuan Simanjuntak Sitolu Sada Ina Boru (PSSSI-B), Ketua PSSSI-B, dan Bupati Toba. Seluruh prosesi berlangsung khidmat dan sarat makna kebersamaan.
Dalam sambutannya, Kasad menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara adat yang penuh kekeluargaan tersebut. Menurutnya, adat dan budaya merupakan warisan luhur yang harus terus dijaga karena mengandung nilai-nilai persaudaraan, penghormatan kepada orang tua, gotong royong, serta kebersamaan yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga memperkuat tali persaudaraan antargenerasi agar nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Kasad dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026).
Kehadiran Kasad yang didampingi Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Ny. Uli Maruli Simanjuntak disambut unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, serta keluarga besar Marga Simanjuntak. Penyambutan diawali dengan tarian Tor-tor yang dibawakan para remaja Desa Hutabulu Mejan sebagai bentuk penghormatan kepada Kasad beserta rombongan.
Nuansa adat Batak yang kental mewarnai seluruh rangkaian kegiatan, mencerminkan semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Momentum tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antargenerasi dalam menjaga identitas budaya dan akar sejarah keluarga.
Dalam prosesi adat tersebut, Kasad bersama keluarga besar Marga Simanjuntak melaksanakan ziarah ke Tambak (makam) Opung Sobosihon Boru Sihotang sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur. Kegiatan tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga hubungan kekeluargaan serta menghargai jasa dan nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi Pasahan Ulos Hoba-Hoba, pemberian Dekke dari Tulang Sihotang, serta sambutan dari Ketua Panitia, perwakilan Persatuan Simanjuntak Sitolu Sada Ina Boru (PSSSI-B), Ketua PSSSI-B, dan Bupati Toba. Seluruh prosesi berlangsung khidmat dan sarat makna kebersamaan.
Dalam sambutannya, Kasad menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara adat yang penuh kekeluargaan tersebut. Menurutnya, adat dan budaya merupakan warisan luhur yang harus terus dijaga karena mengandung nilai-nilai persaudaraan, penghormatan kepada orang tua, gotong royong, serta kebersamaan yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga memperkuat tali persaudaraan antargenerasi agar nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Kasad dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026).