home global news

Dukung Pemerintahan Prabowo, Tamsil Linrung: MBG Perlu Ditata Ulang

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:57 WIB
Tamsil Linrung saat Diskusi Media Buka Fakta bertajuk Menata Ulang MBG, hasil kerja sama Forum Jurnalis Merdeka (FJM) dan Mediatrust.id, Rabu 10 Juni 2026. Foto: Ist
LANGIT7.ID — Wakil Ketua DPD RI Bidang Ekonomi dan Pembangunan Tamsil Linrung menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) memang wajib ditata ulang . Berbagai persoalan di lapangan harus diselesaikan tanpa mengganggu operasional yang sudah berjalan.

”Gebrakan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru bagus, tetapi harus disertai tata kelola yang memadai. Salah satunya terkait banyaknya dapur yang di-suspend,” kata Tamsil dalam Diskusi Media Buka Fakta bertajuk “Menata Ulang MBG: Selamat Datang Dapur Sekolah”, hasil kerja sama Forum Jurnalis Merdeka (FJM) dan Mediatrust.id di Rumah Dinas Wakil Ketua DPD RI di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Tamsil mengakui langkah Kepala BGN Naniek S. Deyang langsung melakukan pembenahan merupakan langkah positif. Namun dia mengingatkan agar dibarengi tata kelola yang jelas, terutama terkait banyaknya dapur MBG yang belakangan dihentikan atau ditangguhkan operasionalnya.

Menurut dia, perbaikan tata kelola lebih penting dibanding menghentikan dapur-dapur yang telah beroperasi. ”Mestinya dibuat kategorisasi. Kalau yang sudah berjalan tiba-tiba diputus, itu menjadi masalah baru lagi. Bagaimana pula dengan yang bangunannya sudah jadi?” kata Tamsil.

Dia mengakui telah banyak menerima dan mendengar sendiri berbagai persoalan dalam pelaksanaan MBG, termasuk adanya dugaan praktik titipan dalam pengelolaan dapur. Justru karena itulah dia mendukung dilakukannya penataan ulang program. ”Memang ada benarnya rumor bahwa dapur dikuasai oligarki, polisi, tentara. Memang ada titipan,” ujarnya.

Meski demikian, Tamsil menegaskan persoalan yang muncul tidak boleh dijadikan alasan untuk menilai program MBG gagal. Berdasarkan hasil pengawasannya di sejumlah daerah, masalah yang ditemukan lebih banyak berkaitan dengan pelaksanaan di lapangan.

“Ini harus didudukkan dengan benar. Semua masalah MBG yang saya lihat ada pada pelaksanaannya di lapangan, bukan karena programnya jelek,” katanya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya