Piala Dunia 2026
22 Tembakan Terbuang, Swiss Dihukum Qatar pada Detik-Detik Terakhir
Nabil
Ahad, 14 Juni 2026 - 04:10 WIB
Pemain Swiss tampak kecewa usai ditahan imbang Qatar 1-1 pada laga pembuka Grup B Piala Dunia 2026. Swiss gagal menang meski tampil dominan. (Dok: X/Twitter natisfvasf))
LANGIT7.ID-San Francisco; Timnas Swiss meninggalkan San Francisco Bay Area Stadium dengan perasaan frustrasi setelah gagal mengamankan kemenangan pada laga pembuka Grup B Piala Dunia 2026. Tim asuhan Murat Yakin sebenarnya tampil dominan, tetapi penyelesaian akhir yang buruk membuat mereka harus puas membawa pulang satu poin.
Sepanjang pertandingan, Swiss tampil sebagai tim yang lebih agresif. Mereka terus mengurung pertahanan Qatar dan menciptakan peluang dari berbagai situasi, mulai dari serangan terbuka, tendangan bebas, hingga sepak pojok.
Ruben Vargas menjadi salah satu motor serangan Swiss pada babak kedua. Winger tersebut berulang kali merepotkan lini belakang Qatar melalui kecepatan dan umpan-umpannya ke area berbahaya. Namun, dominasi itu tidak berbanding lurus dengan efektivitas di depan gawang.
Swiss tercatat melepaskan 22 tembakan sepanjang pertandingan. Meski angka tersebut menunjukkan betapa dominannya mereka dalam menyerang, produktivitas menjadi masalah utama yang gagal mereka selesaikan.
Granit Xhaka beberapa kali mencoba mengendalikan tempo dan mengalirkan bola ke area sepertiga akhir lapangan. Manuel Akanji juga kerap naik membantu serangan saat Swiss berusaha menambah keunggulan. Namun, peluang demi peluang terus terbuang.
Breel Embolo, yang menjadi tumpuan di lini depan, bekerja keras membuka ruang dan memenangkan duel dengan bek lawan. Akan tetapi, penyelesaian akhir Swiss jauh dari kata maksimal. Beberapa peluang yang seharusnya dapat mengakhiri perlawanan Qatar gagal dikonversi menjadi gol.
Masalah tersebut mulai terlihat jelas memasuki pertengahan babak kedua. Murat Yakin melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menjaga intensitas serangan. Zeki Amdouni dan Johan Manzambi diturunkan dengan harapan memberi energi baru di lini depan.
Sepanjang pertandingan, Swiss tampil sebagai tim yang lebih agresif. Mereka terus mengurung pertahanan Qatar dan menciptakan peluang dari berbagai situasi, mulai dari serangan terbuka, tendangan bebas, hingga sepak pojok.
Ruben Vargas menjadi salah satu motor serangan Swiss pada babak kedua. Winger tersebut berulang kali merepotkan lini belakang Qatar melalui kecepatan dan umpan-umpannya ke area berbahaya. Namun, dominasi itu tidak berbanding lurus dengan efektivitas di depan gawang.
Swiss tercatat melepaskan 22 tembakan sepanjang pertandingan. Meski angka tersebut menunjukkan betapa dominannya mereka dalam menyerang, produktivitas menjadi masalah utama yang gagal mereka selesaikan.
Granit Xhaka beberapa kali mencoba mengendalikan tempo dan mengalirkan bola ke area sepertiga akhir lapangan. Manuel Akanji juga kerap naik membantu serangan saat Swiss berusaha menambah keunggulan. Namun, peluang demi peluang terus terbuang.
Breel Embolo, yang menjadi tumpuan di lini depan, bekerja keras membuka ruang dan memenangkan duel dengan bek lawan. Akan tetapi, penyelesaian akhir Swiss jauh dari kata maksimal. Beberapa peluang yang seharusnya dapat mengakhiri perlawanan Qatar gagal dikonversi menjadi gol.
Masalah tersebut mulai terlihat jelas memasuki pertengahan babak kedua. Murat Yakin melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menjaga intensitas serangan. Zeki Amdouni dan Johan Manzambi diturunkan dengan harapan memberi energi baru di lini depan.