Piala Dunia 2026
Brasil Dibikin Tak Berkutik, Maroko Dominasi Juara Dunia Lima Kali di Babak Pertama
Nabil
Ahad, 14 Juni 2026 - 05:46 WIB
Gelandang Timnas Maroko Ismael Saibari melakukan selebrasi usai membobol gawang Timnas Brasil. (Dok: FIFA)
LANGIT7.ID-New Jersey; Timnas Maroko menunjukkan mengapa mereka layak diperhitungkan di Piala Dunia 2026. Menghadapi Brasil yang berstatus juara dunia lima kali, Singa Atlas justru tampil lebih dominan sepanjang babak pertama sebelum laga berakhir imbang 1-1 saat turun minum di New Jersey Stadium, Minggu (14/6/2026) WIB.
Sejak peluit awal dibunyikan, Maroko langsung mengambil inisiatif permainan. Tim asuhan Mohamed Ouahbi berkali-kali membangun serangan dari sisi sayap dan memaksa Brasil bermain di bawah tekanan.
Dominasi Maroko terlihat jelas pada awal pertandingan. Saat laga baru berjalan 13 menit, mereka sudah unggul jauh dalam jumlah percobaan tembakan dengan rasio 6-1 atas Brasil, meski belum ada yang tepat sasaran.
Tekanan tanpa henti yang diberikan Maroko bahkan membuat suasana stadion berubah. Dukungan mayoritas suporter Brasil sempat meredup, sementara pendukung Maroko mulai percaya diri meneriakkan chant "olé" ketika tim mereka mampu menguasai bola dan mengontrol jalannya pertandingan.
Di lini depan, kombinasi Achraf Hakimi, Brahim Diaz, Bilal El Khannouss, dan Ismael Saibari terus merepotkan pertahanan Brasil. Hakimi beberapa kali aktif membantu serangan dari sisi kanan, sementara Brahim Diaz menjadi kreator yang menghubungkan lini tengah dan lini depan.
Setelah beberapa peluang tercipta, Maroko akhirnya mendapatkan hadiah yang pantas pada menit ke-21.
Brahim Diaz melepaskan umpan terobosan cerdas yang mengarah ke pergerakan Ismael Saibari. Melihat kiper Brasil Alisson sudah keluar dari sarangnya, pemain PSV Eindhoven itu dengan tenang melepaskan cungkilan yang melambung melewati sang penjaga gawang sebelum bersarang di dalam gawang.
Sejak peluit awal dibunyikan, Maroko langsung mengambil inisiatif permainan. Tim asuhan Mohamed Ouahbi berkali-kali membangun serangan dari sisi sayap dan memaksa Brasil bermain di bawah tekanan.
Dominasi Maroko terlihat jelas pada awal pertandingan. Saat laga baru berjalan 13 menit, mereka sudah unggul jauh dalam jumlah percobaan tembakan dengan rasio 6-1 atas Brasil, meski belum ada yang tepat sasaran.
Tekanan tanpa henti yang diberikan Maroko bahkan membuat suasana stadion berubah. Dukungan mayoritas suporter Brasil sempat meredup, sementara pendukung Maroko mulai percaya diri meneriakkan chant "olé" ketika tim mereka mampu menguasai bola dan mengontrol jalannya pertandingan.
Di lini depan, kombinasi Achraf Hakimi, Brahim Diaz, Bilal El Khannouss, dan Ismael Saibari terus merepotkan pertahanan Brasil. Hakimi beberapa kali aktif membantu serangan dari sisi kanan, sementara Brahim Diaz menjadi kreator yang menghubungkan lini tengah dan lini depan.
Setelah beberapa peluang tercipta, Maroko akhirnya mendapatkan hadiah yang pantas pada menit ke-21.
Brahim Diaz melepaskan umpan terobosan cerdas yang mengarah ke pergerakan Ismael Saibari. Melihat kiper Brasil Alisson sudah keluar dari sarangnya, pemain PSV Eindhoven itu dengan tenang melepaskan cungkilan yang melambung melewati sang penjaga gawang sebelum bersarang di dalam gawang.