Tahun Baru Hijriyah dan Kewajiban Untuk Merubah Nasib Ummat
Tim langit 7
Selasa, 16 Juni 2026 - 08:07 WIB
Tahun Baru Hijriyah dan Kewajiban Untuk Merubah Nasib Ummat
Oleh: Anwar Abbas
LANGIT7.ID-Dalam momentum pergantian tahun hijriyah dari tahun 1447 H ke 1448 H ada sejumlah harapan yang ingin kita wujudkan agar nasib dan keadaan umat kedepan bisa berubah ke arah yang jauh lebih baik dari yang ada hari ini.
Pertama, memperkuat ukhuwah islamiyah di antara sesama umat islam karena pada kenyataannya kita lihat ukhuwah diantara sesama umat islam sendiri saat ini tampak masih banyak bermasalah misalnya di libya dan Sudan disana masih terjadi perang saudara. Begitu juga di kawasan teluk masih terjadi ketegangan antara Iran di satu pihak dengan Qathar, abahrain Kuwait, Uni Emirat Arab, Arab Saudi dan Jordania dipihak lain. Hubungan mereka tampak masih tegang dan tidak mudah untuk di damaikan selama AS masih menjadikan pangkalan militernya yang ada disana untuk menyerang Iran.
Kedua, memajukan ekonomi dan perdagangan antara negara-negara yang penduduknya mayoritas atau minoritas beragama islam dan juga antara sesama pengusaha muslim di berbagai belahan dunia karena kita tahu penduduk bumi saat ini (tahun 2026) sudah mencapai sekitar 8,3 miliar jiwa dan sekitar 26 persen darinya atau 2,15 miliar adalah beragama islam. Ini jelas merupakan sebuah pasar yang luar biasa besarnya. Tapi sayang potensi pasar sebesar itu belum bisa 6dimanfaatkan oleh umat islam dengan sebaik-baiknya.
Ketiga, umat islam harus bisa mengejar ketertinggalannya dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi untuk itu umat Islam harus punya sejumlah perguruan tinggi yang maju dan modern setingkat Massachusetts Institute of Technology (MIT) (AS), Imperial College London (Inggris), Stanford University (AS), University of Oxford (Inggris)dan Harvard University (AS). Lewat kampus-kampus tersebut umat islam diharapkan dapat mencetak ilmuan dan tenaga ahli yang benar-benar handal di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika serta lainnya. Untuk itu umat islam harus bisa mendanai berbagai riset di berbagai sektor strategis, termasuk kecerdasan buatan (AI), kendaraan listrik (EV), dan teknologi telekomunikasi 5G supaya umat islam dalam waktu yang tidak terlalu lama bisa melakukan lompatan teknologi dan inovasi yang ditunggu-tunggu dunia
Keempat umat islam diharapkan untuk bisa memanfaatkan Silk Road atau jalur sutera modern yang dibangun kembali oleh China untuk memajukan umat islam yang tinggal di kawasan Asia Tengah dan Selatan . Hal ini penting dilakukan dan dikerjasamakan dengan pihak lain agar kita bisa berkontribusi positif dalam mengakselerasi pemindahan pusat peradaban dari Eropa dan Amerika ke kawasan Asia yang sudah lama kita idam-idamkan.
Kelima, umat islam diharapkan bisa menjalankan misi profetiknya dengan menampilkan islam yang rahmatan lil'alamin dimana kehadirannya benar-benar bisa dirasakan manfaatnya tidak hanya oleh umat manusia tetapi juga oleh makhluk non manusia dan lingkungannya.
LANGIT7.ID-Dalam momentum pergantian tahun hijriyah dari tahun 1447 H ke 1448 H ada sejumlah harapan yang ingin kita wujudkan agar nasib dan keadaan umat kedepan bisa berubah ke arah yang jauh lebih baik dari yang ada hari ini.
Pertama, memperkuat ukhuwah islamiyah di antara sesama umat islam karena pada kenyataannya kita lihat ukhuwah diantara sesama umat islam sendiri saat ini tampak masih banyak bermasalah misalnya di libya dan Sudan disana masih terjadi perang saudara. Begitu juga di kawasan teluk masih terjadi ketegangan antara Iran di satu pihak dengan Qathar, abahrain Kuwait, Uni Emirat Arab, Arab Saudi dan Jordania dipihak lain. Hubungan mereka tampak masih tegang dan tidak mudah untuk di damaikan selama AS masih menjadikan pangkalan militernya yang ada disana untuk menyerang Iran.
Kedua, memajukan ekonomi dan perdagangan antara negara-negara yang penduduknya mayoritas atau minoritas beragama islam dan juga antara sesama pengusaha muslim di berbagai belahan dunia karena kita tahu penduduk bumi saat ini (tahun 2026) sudah mencapai sekitar 8,3 miliar jiwa dan sekitar 26 persen darinya atau 2,15 miliar adalah beragama islam. Ini jelas merupakan sebuah pasar yang luar biasa besarnya. Tapi sayang potensi pasar sebesar itu belum bisa 6dimanfaatkan oleh umat islam dengan sebaik-baiknya.
Ketiga, umat islam harus bisa mengejar ketertinggalannya dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi untuk itu umat Islam harus punya sejumlah perguruan tinggi yang maju dan modern setingkat Massachusetts Institute of Technology (MIT) (AS), Imperial College London (Inggris), Stanford University (AS), University of Oxford (Inggris)dan Harvard University (AS). Lewat kampus-kampus tersebut umat islam diharapkan dapat mencetak ilmuan dan tenaga ahli yang benar-benar handal di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika serta lainnya. Untuk itu umat islam harus bisa mendanai berbagai riset di berbagai sektor strategis, termasuk kecerdasan buatan (AI), kendaraan listrik (EV), dan teknologi telekomunikasi 5G supaya umat islam dalam waktu yang tidak terlalu lama bisa melakukan lompatan teknologi dan inovasi yang ditunggu-tunggu dunia
Keempat umat islam diharapkan untuk bisa memanfaatkan Silk Road atau jalur sutera modern yang dibangun kembali oleh China untuk memajukan umat islam yang tinggal di kawasan Asia Tengah dan Selatan . Hal ini penting dilakukan dan dikerjasamakan dengan pihak lain agar kita bisa berkontribusi positif dalam mengakselerasi pemindahan pusat peradaban dari Eropa dan Amerika ke kawasan Asia yang sudah lama kita idam-idamkan.
Kelima, umat islam diharapkan bisa menjalankan misi profetiknya dengan menampilkan islam yang rahmatan lil'alamin dimana kehadirannya benar-benar bisa dirasakan manfaatnya tidak hanya oleh umat manusia tetapi juga oleh makhluk non manusia dan lingkungannya.