Piala Dunia 2026
Kolombia Lepaskan 24 Tembakan, Portugal Beruntung Pulang dengan Satu Poin di Piala Dunia 2026
Nabil
Ahad, 28 Juni 2026 - 08:21 WIB
(Dok: FIFA)
LANGIT7.ID-Jakarta; Timnas Kolombia harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang 0-0 oleh Portugal pada laga penyisihan grup Piala Dunia 2026 di Miami Stadium, Miami, Minggu (28/6/2026) pagi WIB. Meski gagal mencetak gol, Kolombia tampil lebih dominan sepanjang pertandingan dan berkali-kali mengancam gawang lawan.
Statistik pertandingan memperlihatkan dominasi Kolombia dalam membangun serangan. Tim berjuluk Los Cafeteros melepaskan 24 tembakan, dengan enam di antaranya mengarah ke gawang Portugal. Sebaliknya, Portugal hanya mampu mencatatkan 13 percobaan, dua yang tepat sasaran.
Sejak babak pertama, Kolombia lebih agresif dalam menekan pertahanan Portugal. Luis Díaz, Jhon Córdoba, dan James Rodríguez silih berganti menciptakan peluang, tetapi penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat keunggulan belum juga tercipta.
Portugal sempat memberikan ancaman melalui Cristiano Ronaldo, Bruno Fernandes, dan João Félix. Namun, upaya mereka juga belum mampu menembus rapatnya pertahanan Kolombia maupun mengubah kedudukan.
Memasuki babak kedua, Kolombia tetap mempertahankan intensitas serangan. Peluang demi peluang kembali lahir, termasuk lewat Jefferson Lerma, Richard Ríos, Luis Suárez, hingga Jhon Arias. Di sisi lain, Portugal lebih banyak mengandalkan serangan balik dan bola mati untuk mencari celah.
Drama terjadi pada menit-menit akhir pertandingan ketika Kolombia sempat menjebol gawang Portugal melalui sundulan Davinson Sánchez dalam situasi sepak pojok. Namun, gol tersebut tidak disahkan setelah melalui pemeriksaan VAR yang menyatakan terjadi offside.
Kolombia belum berhenti menekan setelah gol dianulir. Pada pengujung laga, mereka kembali memperoleh beberapa peluang beruntun di depan gawang Portugal. Akan tetapi, lini pertahanan Portugal mampu bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Statistik pertandingan memperlihatkan dominasi Kolombia dalam membangun serangan. Tim berjuluk Los Cafeteros melepaskan 24 tembakan, dengan enam di antaranya mengarah ke gawang Portugal. Sebaliknya, Portugal hanya mampu mencatatkan 13 percobaan, dua yang tepat sasaran.
Sejak babak pertama, Kolombia lebih agresif dalam menekan pertahanan Portugal. Luis Díaz, Jhon Córdoba, dan James Rodríguez silih berganti menciptakan peluang, tetapi penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat keunggulan belum juga tercipta.
Portugal sempat memberikan ancaman melalui Cristiano Ronaldo, Bruno Fernandes, dan João Félix. Namun, upaya mereka juga belum mampu menembus rapatnya pertahanan Kolombia maupun mengubah kedudukan.
Memasuki babak kedua, Kolombia tetap mempertahankan intensitas serangan. Peluang demi peluang kembali lahir, termasuk lewat Jefferson Lerma, Richard Ríos, Luis Suárez, hingga Jhon Arias. Di sisi lain, Portugal lebih banyak mengandalkan serangan balik dan bola mati untuk mencari celah.
Drama terjadi pada menit-menit akhir pertandingan ketika Kolombia sempat menjebol gawang Portugal melalui sundulan Davinson Sánchez dalam situasi sepak pojok. Namun, gol tersebut tidak disahkan setelah melalui pemeriksaan VAR yang menyatakan terjadi offside.
Kolombia belum berhenti menekan setelah gol dianulir. Pada pengujung laga, mereka kembali memperoleh beberapa peluang beruntun di depan gawang Portugal. Akan tetapi, lini pertahanan Portugal mampu bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.