Pefindo Nilai Streamlining BUMN Belum Berdampak ke Jamkrindo Syariah, Peringkat idA+ Tetap Stabil
Tim langit 7
Selasa, 30 Juni 2026 - 18:00 WIB
Pefindo Nilai Streamlining BUMN Belum Berdampak ke Jamkrindo Syariah, Peringkat idA Tetap Stabil
LANGIT7.ID-Jakarta; Proses streamlining di lingkungan badan usaha milik negara (BUMN), termasuk sektor penjaminan, belum dinilai memberikan dampak negatif terhadap PT Penjaminan Jamkrindo Syariah (Jamkrindo Syariah). Di tengah proses tersebut, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) tetap memberikan peringkat idA+ dengan prospek stabil kepada perusahaan.
Dalam laporannya, Pefindo menyebut proses streamlining masih terus dipantau, termasuk implementasi, perkembangan, dan potensi implikasinya terhadap entitas yang diperingkat. Namun hingga kini, lembaga pemeringkat itu masih mempertahankan pandangannya terhadap profil bisnis, profil keuangan, dan dukungan grup Jamkrindo Syariah karena proses tersebut belum terealisasi.
"Pefindo juga tidak melihat adanya potensi dampak negatif dari konsolidasi tersebut. Karena inisiatif ini pada dasarnya ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat kapabilitas bisnis, dan meningkatkan produktivitas dalam ekosistem asuransi dan penjaminan BUMN, bukan untuk mengurangi skala usaha," tulis Rivkyanantyo & Hasnalia Hanifah, Analis Pefindo dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (30/6/2026).
Peringkat idA+ dengan prospek stabil tersebut diumumkan Pefindo melalui keterangan resmi, Senin (29/6).
"Pefindo memberikan peringkat idA+ dengan prospek stabil untuk PT Penjaminan Jamkrindo Syariah (Jamkrindo Syariah)," tulis laporan tersebut.
Menurut Pefindo, peringkat tersebut antara lain mencerminkan tingkat kemungkinan yang kuat akan adanya dukungan dari PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) (BPUI atau IFG) sebagai pemegang saham pengendali terakhir.
Selain dukungan tersebut, profil kredit berdiri sendiri Jamkrindo Syariah juga ditopang oleh kebijakan investasi yang konservatif serta tingkat pemodalan dan cadangan yang kuat. Namun, penilaian itu masih dibatasi oleh kinerja operasional yang moderat dan persaingan yang ketat di industri.
Dalam laporannya, Pefindo menyebut proses streamlining masih terus dipantau, termasuk implementasi, perkembangan, dan potensi implikasinya terhadap entitas yang diperingkat. Namun hingga kini, lembaga pemeringkat itu masih mempertahankan pandangannya terhadap profil bisnis, profil keuangan, dan dukungan grup Jamkrindo Syariah karena proses tersebut belum terealisasi.
"Pefindo juga tidak melihat adanya potensi dampak negatif dari konsolidasi tersebut. Karena inisiatif ini pada dasarnya ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat kapabilitas bisnis, dan meningkatkan produktivitas dalam ekosistem asuransi dan penjaminan BUMN, bukan untuk mengurangi skala usaha," tulis Rivkyanantyo & Hasnalia Hanifah, Analis Pefindo dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (30/6/2026).
Peringkat idA+ dengan prospek stabil tersebut diumumkan Pefindo melalui keterangan resmi, Senin (29/6).
"Pefindo memberikan peringkat idA+ dengan prospek stabil untuk PT Penjaminan Jamkrindo Syariah (Jamkrindo Syariah)," tulis laporan tersebut.
Menurut Pefindo, peringkat tersebut antara lain mencerminkan tingkat kemungkinan yang kuat akan adanya dukungan dari PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) (BPUI atau IFG) sebagai pemegang saham pengendali terakhir.
Selain dukungan tersebut, profil kredit berdiri sendiri Jamkrindo Syariah juga ditopang oleh kebijakan investasi yang konservatif serta tingkat pemodalan dan cadangan yang kuat. Namun, penilaian itu masih dibatasi oleh kinerja operasional yang moderat dan persaingan yang ketat di industri.