BPJPH Bagikan 5.000 Sertifikat Halal Gratis, UMKM Kian Berpeluang Tembus Pasar Ekspor
Tim langit 7
Kamis, 02 Juli 2026 - 13:51 WIB
BPJPH Bagikan 5.000 Sertifikat Halal Gratis, UMKM Kian Berpeluang Tembus Pasar Ekspor
LANGIT7.ID-Jakarta; Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan mengatakan bahwa sertifikasi halal telah berkembang menjadi lebih dari sekedar perlindungan bagi konsumen, namun menjadi instrumen penting guna memberikan nilai tambah secara ekonomi sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar bagi produk.
"Halal kini telah menjadi instrumen penting ekonomi. Halal value chain terbukti memiliki kontribusi ekonomi yang sangat besar, kontribusinya tembus 27% PDB Nasional. Angkanya itu sama dengan sekitar 4.900 triliun (rupiah)." kata Babe Haikal dalam keterangannya, dikutip Kamis (2/7/2026)
"Dengan sertifikat halal, produk UMK memiliki peluang yang lebih luas untuk masuk ke pasar nasional bahkan internasional, sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan." sambungnya.
Adapun 5.000 UMK tersebut memperoleh fasilitasi sertifikasi halal gratis dari pembiayaan sejumlah pihak. Di antaranya, fasilitasi pembiayaan sertifikasi halal dari sejumlah pihak, di antaranya PT Gajah Tunggal Tbk, Kementerian Perindustrian, Pemkab Tangerang, Pemkot Tangerang Selatan, Universitas Pamulang dan dari Program Sertifikat Halal Gratis BPJPH.
Babe Haikal melanjutkan, dalam konteks pengembangan usaha, sertifikasi halal menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan daya saing produk sekaligus memperluas peluang pasar bagi pelaku Usaha Mikro, dan Kecil (UMK).
"Program ini bukan sekadar penyerahan sertifikat, tetapi merupakan investasi untuk meningkatkan kualitas dan daya saing pelaku usaha. Ketika produk memiliki sertifikasi halal, kepercayaan konsumen akan meningkat dan peluang usaha pun semakin terbuka," lanjut Babe Haikal.
Senada, Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwaryang juga merupakan Anggota Komisi II DPR RI, Jazuli Juwaini, mengatakan bahwa sertifikasi halal merupakan bentuk perlindungan negara terhadap hak masyarakat, sekaligus instrumen pemberdayaan pemilik usaha termasuk UMKM untuk membangun kemandirian ekonomi dan meningkatkan daya saing produk Indonesia.
"Halal kini telah menjadi instrumen penting ekonomi. Halal value chain terbukti memiliki kontribusi ekonomi yang sangat besar, kontribusinya tembus 27% PDB Nasional. Angkanya itu sama dengan sekitar 4.900 triliun (rupiah)." kata Babe Haikal dalam keterangannya, dikutip Kamis (2/7/2026)
"Dengan sertifikat halal, produk UMK memiliki peluang yang lebih luas untuk masuk ke pasar nasional bahkan internasional, sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan." sambungnya.
Adapun 5.000 UMK tersebut memperoleh fasilitasi sertifikasi halal gratis dari pembiayaan sejumlah pihak. Di antaranya, fasilitasi pembiayaan sertifikasi halal dari sejumlah pihak, di antaranya PT Gajah Tunggal Tbk, Kementerian Perindustrian, Pemkab Tangerang, Pemkot Tangerang Selatan, Universitas Pamulang dan dari Program Sertifikat Halal Gratis BPJPH.
Babe Haikal melanjutkan, dalam konteks pengembangan usaha, sertifikasi halal menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan daya saing produk sekaligus memperluas peluang pasar bagi pelaku Usaha Mikro, dan Kecil (UMK).
"Program ini bukan sekadar penyerahan sertifikat, tetapi merupakan investasi untuk meningkatkan kualitas dan daya saing pelaku usaha. Ketika produk memiliki sertifikasi halal, kepercayaan konsumen akan meningkat dan peluang usaha pun semakin terbuka," lanjut Babe Haikal.
Senada, Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwaryang juga merupakan Anggota Komisi II DPR RI, Jazuli Juwaini, mengatakan bahwa sertifikasi halal merupakan bentuk perlindungan negara terhadap hak masyarakat, sekaligus instrumen pemberdayaan pemilik usaha termasuk UMKM untuk membangun kemandirian ekonomi dan meningkatkan daya saing produk Indonesia.