home global news

Fadli Zon Ungkap Fakta Mengejutkan Sulawesi Tenggara, Simpan Jejak Peradaban Manusia Berusia 67.800 Tahun

Sabtu, 11 Juli 2026 - 16:55 WIB
Fadli Zon Ungkap Fakta Mengejutkan Sulawesi Tenggara, Simpan Jejak Peradaban Manusia Berusia 67.800 Tahun
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan pentingnya penguatan Museum dan Taman Budaya Sulawesi Tenggara sebagai ruang pelestarian sekaligus etalase yang merepresentasikan sejarah, peradaban, dan kekayaan budaya daerah. Hal tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Museum dan Taman Budaya Sulawesi Tenggara, yang menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan museum daerah agar semakin berkualitas dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Menbud Fadli Zon menyoroti besarnya potensi sejarah yang dimiliki Sulawesi Tenggara. Penemuan lukisan gua purba di Kabupaten Muna yang diperkirakan berusia sekitar 67.800 tahun semakin memperkuat posisi wilayah ini sebagai salah satu kawasan dengan jejak peradaban manusia tertua di dunia. Temuan tersebut menjadi modal penting untuk memperkenalkan sejarah dan identitas budaya Sulawesi Tenggara kepada masyarakat luas.

"Museum bukan sekadar tempat menyimpan benda koleksi. Museum adalah etalase budaya dan etalase peradaban. Dari museum, masyarakat dapat memahami perjalanan sejarah dan kekayaan budaya suatu daerah," ujar dia dalam keterangannya, Sabtu (11/7/2026).

Menbud menjelaskan bahwa museum perlu menghadirkan pengalaman yang lebih menarik bagi pengunjung melalui penataan ruang pamer yang baik, penyajian koleksi yang informatif, pencahayaan yang memadai, serta didukung tenaga edukator dan konservator yang profesional. Menurutnya, museum juga harus mampu menampilkan kekayaan budaya daerah secara utuh, mulai dari masa prasejarah, etnografi, bahasa, sastra, manuskrip, tradisi lisan, seni, hingga kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat.

Dalam mendukung pengembangan museum daerah, pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk terus memberikan fasilitasi, salah satunya melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik. Sementara itu, peningkatan sarana dan prasarana fisik diharapkan dapat diwujudkan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, serta kalangan filantropi. Menurut Menbud, praktik kolaborasi tersebut telah banyak diterapkan di berbagai negara dan menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan museum yang berkualitas, menarik, serta mampu berkembang secara berkelanjutan.

"Museum dan taman budaya harus kita bangun bersama sebagai pusat kegiatan budaya yang berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci agar fasilitas kebudayaan semakin maju dan memberi manfaat yang lebih luas," jelasnya.

Lebih jauh, Menbud Fadli Zon meyakini bahwa museum yang dikelola dengan baik tidak hanya berfungsi sebagai ruang edukasi dan pelestarian budaya, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi daerah melalui meningkatnya kunjungan wisata, pengembangan produk cendera mata, kuliner lokal, serta penyelenggaraan berbagai kegiatan budaya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya