CahayaDhuha: Kebaikan Selalu Punya Cara Unik Untuk Kembali
Tim langit 7
Senin, 13 Juli 2026 - 11:40 WIB
CahayaDhuha: Kebaikan Selalu Punya Cara Unik Untuk Kembali
LANGIT7.ID-Sahabat, pernahkah Anda menyesal melakukan sebuah kebaikan? Saya harap tidak, karena setiap kebaikan selalu punya cara unik untuk kembali kepada pemberi kebaikan.
Seperti halnya kisah berikut ini :
Dikisahkan Karyawati ini bekerja di Pabrik yang memproduksi makanan beku. Setiap hari, sebelum pulang ia bertugas menghitung jumlah stock barang yang tersisa di Gudang. Tentu saja Gudang itu bukan sembarang Gudang, melainkan sebuah freezer raksasa.
Hari itu, saat masih berada di dalam Gudang, rekannya yang terburu - buru pulang tak sempat mengecek secara teliti dan langsung mengunci Gudang tanpa melihat bahwa ia masih berada di dalam.
Begitu sadar terkunci, wanita ini segera berlari menuju pintu, menggedor - gedor dan memanggil - manggil, sayangnya tak ada yang mendengarnya.
Meski tahu, bahwa sudah jam pulang, dan kemungkinan besar seluruh rekannya sudah tak ada di sekitar Gudang, wanita ini tak mau putus asa. Ia terus berteriak - teriak hingga suaranya serak, menggedor - gedor hingga tangannya sakit.
Namun, setelah berlalu beberapa jam, ia semakin kedinginan dan kelaparan. Tenaganya pun tak lagi tersisa banyak. Bahkan tubuhnya sudah hampir membeku, bibirnya membiru dan rambutnya sudah tertutup bunga es, akhirnya dia pun tak sadarkan diri.
Seperti halnya kisah berikut ini :
Dikisahkan Karyawati ini bekerja di Pabrik yang memproduksi makanan beku. Setiap hari, sebelum pulang ia bertugas menghitung jumlah stock barang yang tersisa di Gudang. Tentu saja Gudang itu bukan sembarang Gudang, melainkan sebuah freezer raksasa.
Hari itu, saat masih berada di dalam Gudang, rekannya yang terburu - buru pulang tak sempat mengecek secara teliti dan langsung mengunci Gudang tanpa melihat bahwa ia masih berada di dalam.
Begitu sadar terkunci, wanita ini segera berlari menuju pintu, menggedor - gedor dan memanggil - manggil, sayangnya tak ada yang mendengarnya.
Meski tahu, bahwa sudah jam pulang, dan kemungkinan besar seluruh rekannya sudah tak ada di sekitar Gudang, wanita ini tak mau putus asa. Ia terus berteriak - teriak hingga suaranya serak, menggedor - gedor hingga tangannya sakit.
Namun, setelah berlalu beberapa jam, ia semakin kedinginan dan kelaparan. Tenaganya pun tak lagi tersisa banyak. Bahkan tubuhnya sudah hampir membeku, bibirnya membiru dan rambutnya sudah tertutup bunga es, akhirnya dia pun tak sadarkan diri.