Semester I 2026, 5,56 Juta Pelanggan Gunakan Face Recognition, KAI Hemat 13.888 Rol Kertas
Dwi sasongko
Senin, 13 Juli 2026 - 13:53 WIB
Semester I 2026, 5,56 Juta Pelanggan Gunakan Face Recognition, KAI Hemat 13.888 Rol Kertas
LANGIT7.ID-Jakarta; PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 5.555.034 pelanggan KA Jarak Jauh menggunakan fasilitas Face Recognition Boarding Gate sepanjang Semester I 2026. Jumlah tersebut meningkat 53.978 pelanggan dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 5.501.056 pelanggan.
Tingginya penggunaan tersebut menunjukkan bahwa proses boarding berbasis digital telah menjadi bagian dari kebiasaan perjalanan pelanggan di berbagai stasiun. Pelanggan yang telah melakukan registrasi cukup mengarahkan wajah ke perangkat pemindai untuk mencocokkan identitas dengan data tiket perjalanan, tanpa perlu mencetak boarding pass.
Di balik proses yang semakin ringkas, terdapat manfaat lingkungan dan efisiensi operasional yang terukur. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, penggunaan face recognition mengurangi kebutuhan sekitar 13.888 rol kertas boarding pass dengan estimasi penghematan biaya mencapai Rp203.800.310.
Apabila setiap rol kertas memiliki panjang sekitar 72 meter, seluruh kertas yang dapat dihemat tersebut jika direntangkan mencapai hampir 1.000 kilometer. Berdasarkan simulasi konservatif, volumenya setara sekitar 4,4 ton kertas atau kebutuhan bahan baku sekitar 75 pohon.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pemanfaatan teknologi digital memberikan kemudahan bagi pelanggan sekaligus membantu perusahaan mengelola sumber daya secara lebih efisien.
“Face recognition membuat proses boarding lebih praktis karena pelanggan cukup melakukan pemindaian wajah. Ketika digunakan oleh jutaan pelanggan, pengurangan satu lembar cetakan dalam setiap perjalanan dapat terakumulasi menjadi penghematan kertas dan biaya yang cukup besar,” kata Anne dalam keterangannya, Senin (13/7/2026).
Manfaat tersebut semakin terlihat apabila dihitung sejak layanan face recognition mulai digunakan pada Januari 2023. Hingga Juni 2026, fasilitas ini telah digunakan oleh 26.964.584 pelanggan KA Jarak Jauh.
Tingginya penggunaan tersebut menunjukkan bahwa proses boarding berbasis digital telah menjadi bagian dari kebiasaan perjalanan pelanggan di berbagai stasiun. Pelanggan yang telah melakukan registrasi cukup mengarahkan wajah ke perangkat pemindai untuk mencocokkan identitas dengan data tiket perjalanan, tanpa perlu mencetak boarding pass.
Di balik proses yang semakin ringkas, terdapat manfaat lingkungan dan efisiensi operasional yang terukur. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, penggunaan face recognition mengurangi kebutuhan sekitar 13.888 rol kertas boarding pass dengan estimasi penghematan biaya mencapai Rp203.800.310.
Apabila setiap rol kertas memiliki panjang sekitar 72 meter, seluruh kertas yang dapat dihemat tersebut jika direntangkan mencapai hampir 1.000 kilometer. Berdasarkan simulasi konservatif, volumenya setara sekitar 4,4 ton kertas atau kebutuhan bahan baku sekitar 75 pohon.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pemanfaatan teknologi digital memberikan kemudahan bagi pelanggan sekaligus membantu perusahaan mengelola sumber daya secara lebih efisien.
“Face recognition membuat proses boarding lebih praktis karena pelanggan cukup melakukan pemindaian wajah. Ketika digunakan oleh jutaan pelanggan, pengurangan satu lembar cetakan dalam setiap perjalanan dapat terakumulasi menjadi penghematan kertas dan biaya yang cukup besar,” kata Anne dalam keterangannya, Senin (13/7/2026).
Manfaat tersebut semakin terlihat apabila dihitung sejak layanan face recognition mulai digunakan pada Januari 2023. Hingga Juni 2026, fasilitas ini telah digunakan oleh 26.964.584 pelanggan KA Jarak Jauh.