home wirausaha syariah

BSI Tembus 24 Juta Nasabah, Strategi ESG Jadi Motor Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:10 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Kinerja solid PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) ditopang atas fundamental dan rasio keuangan yang solid diikuti dengan komitmen Perseroan dalam mengimplementasikan ESG (environment,social dan governance) di berbagai sektor keberlanjutan. Langkah ini terbukti efektif dilihat dari berbagai indikator. Diantaranya jumlah nasabah menembus 24 juta dalam kurun waktu lima tahun.

Implementasi ESG bukan lagi sekadar pemenuhan regulasi(compliance), tetapi telah menjadi salah satu fundamental strategis yang mendorong pertumbuhan bisnis dan penciptaan nilai perusahaan secara berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Wakil Direktur Utama BSI Bob T. Ananta dalam ajang IDX Channel ESG Conference 2026 bertajuk Beyond Compliance: Leveraging ESG to Create Long-Term Corporate Value.

Saat ini Perseroan memiliki visi, misi dan komitmen keberlanjutan yang dijalankan dengan tiga peran ESG yakni sebagai Regulatory Compliance, Commercial Benefit, dan Value Creation. Bob menambahkan saat ini ESG telah bergeser dari sekadar kepatuhan regulasi menjadi strategi pertumbuhan (growth driver), melainkan berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan pembiayaan berkelanjutan, inovasi produk (Sustainability Sukuk, Green Financing), transformasi operasional, dan penguatan islamic ecosystem.

"Selain itu, Integrasi ESG yang berpijak pada maqashid syariah/nilai-nilai syariah menjadi salah satu keunikan di Bank Syariah Indonesia dibandingkan bank lain, karena mampu menggabungkan nilai bisnis, sosial, spiritual, dan lingkungan dalam satu strategi pertumbuhan perusahaan", pungkas dia dalam keterangannya, dikutip Selasa (28/7/2026).

Strategi tersebut tercermin pada penguatan tata kelola keberlanjutan yang dibangun melalui kerangka ESG berbasis maqashid syariah dengan tiga pilar utama, yaitu Sustainable Banking, Sustainable Operation, dan Sustainable Beyond Banking, yang diawasi secara menyeluruh oleh Manajemen.

Implementasi ESG juga memberikan kontribusi terhadap kinerja bisnis BSI. Hingga Mei 2026, Pembiayaan mencapai Rp335 triliun tumbuh 14,60% year on year yang didominasi segmen konsumer dan ritel. Capaian pembiayaan yang melesat juga diiringi dengan konsistensi Perseroan dalam mengembangkan pembiayaan berkelanjutan. Hal ini menjadi bentuk keseriusan BSI dalam menyalurkan pembiayaan yang sehat, sustain dan ramah lingkungan. Portofolio pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp77.06 Triliun menyumbang sekitar 23% dari pembiayaan secara keseluruhan.

Dari sisi operasional, BSI terus memperkuat implementasi ESG melalui pembangunan gedung ramah lingkungan, pemanfaatan panel surya di jaringan kantor, penggunaan kendaraan listrik operasional, pemasangan reverse vending machine, serta pengembangan platform Digital Carbon Tracking sebagai bentuk transparansi pengelolaan emisi karbon.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya