home global news

KSP Dudung Tekankan Kemitraan Strategis Pemerintah dan Ulama 

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:20 WIB
KSP Dudung Tekankan Kemitraan Strategis Pemerintah dan Ulama
Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menekankan pentingnya penguatan sinergi antara pemerintah, ulama, dan seluruh elemen umat Islam dalam menghadapi tantangan global yang makin kompleks. Hal tersebut disampaikannya saat Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII belum lama ini.

Dalam pemaparannya, Dudung menyampaikan bahwa KUII VIII memiliki makna strategis sebagai forum konsolidasi nasional untuk menguatkan ukhuwah Islamiyah sekaligus ukhuwah wathaniyah. "Ulama memegang peranan kunci dalam menjaga benteng moral, persatuan, dan kemaslahatan bangsa. Maka ulama, umat, dan pemerintah perlu membangun strategic partnership," ujar Dudung.

Lebih lanjut,dia menjelaskan arah kebijakan Presiden yang berorientasi pada pembangunan berpusat pada manusia (people-centered development). Kebijakan ini menitikberatkan pada hadirnya negara di tengah masyarakat melalui berbagai prioritas utama, seperti ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, ekonomi rakyat, pemerataan, dan perlindungan sosial.

Baca Juga:Wisuda Purnawira Pati TNI AU Teguhkan Estafet Pengabdian Antargenerasi

Ia juga menegaskan bahwa Kantor Staf Presiden (KSP) terus berkomitmen mendukung kerja Presiden dalam mengawal program-program prioritas nasional. KSP bertugas memastikan pengelolaan isu strategis berjalan efektif, memfasilitasi aspirasi masyarakat ke dalam kebijakan, serta mendorong manajemen berbasis hasil.

"Pemerintahan yang kuat tetap harus mendengar aspirasi masyarakat. Dukung program pemerintah yang berpihak kepada rakyat, dan kritik tetap penting tetapi disampaikan secara konstruktif," tuturnya.

Di tengah dinamika dunia yang dipenuhi ketidakpastian (VUCA: Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity), gejolak ekonomi, serta tantangan siber dan disinformasi, Dudung mengajak umat Islam untuk memperkuat kapasitas diri. Fokus penguatan meliputi sektor pendidikan, literasi digital, ekonomi syariah, hingga moderasi beragama dengan tetap memegang teguh prinsip tabayyun, persatuan, dan kemaslahatan umum.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya