Indonesia dan India Sepakat Restorasi 100 Candi Prambanan, Ditargetkan Rampung Sebelum 2029
Tim langit 7
Sabtu, 08 Agustus 2026 - 15:32 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Bhopal; Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Kebudayaan India Gajendra Singh Shekhawat di sela-sela XI BRICS Culture Ministers’ Meeting di Bhopal, Madhya Pradesh, India (7/8). Pertemuan membahas penguatan kerja sama kebudayaan Indonesia–India, khususnya pelestarian warisan budaya, pertukaran budaya, dan hubungan antarmasyarakat.
Fadli Zon menyampaikan bahwa hubungan kedua negara semakin erat, sebagaimana tercermin dalam kunjungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke India dan kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia, termasuk ke Candi Prambanan. Menurutnya, kebudayaan menjadi salah satu pilar penting dalam Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia–India.
Salah satu agenda utama adalah tindak lanjut kerja sama restorasi 100 Candi Perwara di Kompleks Candi Prambanan. Indonesia dan India masing-masing akan merestorasi 50 candi dengan target penyelesaian sebelum 2029. Fadli Zon menegaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan wujud nyata kemitraan kedua negara dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat transfer pengetahuan dan keahlian konservasi.
Kedua pihak juga membahas Prasasti Pucangan (Calcutta Stone) yang saat ini berada di Indian Museum, Kolkata. Indonesia berharap dialog yang terus berlangsung dapat memperkuat kerja sama akademik sekaligus membuka jalan bagi aspirasi pengembalian prasasti tersebut ke Indonesia.
Selain itu, kedua negara sepakat memperkuat implementasi Cultural Exchange Programme Indonesia–India 2025–2028 melalui residensi seniman, fellowship museum, sekolah lapangan arkeologi, riset bersama, koproduksi film, dan kolaborasi warisan budaya digital. Pertemuan juga membahas Tagore–Dewantara Year 2026–2027 untuk memperingati 100 tahun kunjungan Rabindranath Tagore ke Indonesia sekaligus memperkuat kerja sama di bidang kebudayaan, pendidikan, sastra, akademik, dan pertukaran pemuda.
Menteri Kebudayaan India Gajendra Singh Shekhawat menegaskan bahwa hubungan historis Indonesia dan India menjadi landasan kuat untuk memperluas kolaborasi di bidang pelestarian warisan budaya, konservasi manuskrip berbasis teknologi, serta budaya maritim, termasuk rencana penyertaan kapal Phinisi dalam Kompleks Maritim Nasional India.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon didampingi Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti; Kuasa Usaha Ad Interim KBRI New Delhi, Yudho Sasongko; serta Direktur Kerja Sama Kebudayaan, Mardisontori. Dari pihak India hadir Joint Secretary Kementerian Kebudayaan Republik India, Dr. Arvind Kumar.
Fadli Zon menyampaikan bahwa hubungan kedua negara semakin erat, sebagaimana tercermin dalam kunjungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke India dan kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia, termasuk ke Candi Prambanan. Menurutnya, kebudayaan menjadi salah satu pilar penting dalam Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia–India.
Salah satu agenda utama adalah tindak lanjut kerja sama restorasi 100 Candi Perwara di Kompleks Candi Prambanan. Indonesia dan India masing-masing akan merestorasi 50 candi dengan target penyelesaian sebelum 2029. Fadli Zon menegaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan wujud nyata kemitraan kedua negara dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat transfer pengetahuan dan keahlian konservasi.
Kedua pihak juga membahas Prasasti Pucangan (Calcutta Stone) yang saat ini berada di Indian Museum, Kolkata. Indonesia berharap dialog yang terus berlangsung dapat memperkuat kerja sama akademik sekaligus membuka jalan bagi aspirasi pengembalian prasasti tersebut ke Indonesia.
Selain itu, kedua negara sepakat memperkuat implementasi Cultural Exchange Programme Indonesia–India 2025–2028 melalui residensi seniman, fellowship museum, sekolah lapangan arkeologi, riset bersama, koproduksi film, dan kolaborasi warisan budaya digital. Pertemuan juga membahas Tagore–Dewantara Year 2026–2027 untuk memperingati 100 tahun kunjungan Rabindranath Tagore ke Indonesia sekaligus memperkuat kerja sama di bidang kebudayaan, pendidikan, sastra, akademik, dan pertukaran pemuda.
Menteri Kebudayaan India Gajendra Singh Shekhawat menegaskan bahwa hubungan historis Indonesia dan India menjadi landasan kuat untuk memperluas kolaborasi di bidang pelestarian warisan budaya, konservasi manuskrip berbasis teknologi, serta budaya maritim, termasuk rencana penyertaan kapal Phinisi dalam Kompleks Maritim Nasional India.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon didampingi Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti; Kuasa Usaha Ad Interim KBRI New Delhi, Yudho Sasongko; serta Direktur Kerja Sama Kebudayaan, Mardisontori. Dari pihak India hadir Joint Secretary Kementerian Kebudayaan Republik India, Dr. Arvind Kumar.