Ekonomi Haji-Umrah Rp78 Triliun Jadi Incaran Baru Multifinance Syariah, OJK Buka Peluang
Tim langit 7
Jum'at, 14 Agustus 2026 - 05:02 WIB
(Dok: Ilustrasi Langit7.id)
LANGIT7.ID-Jakarta; Perputaran ekonomi haji dan umrah yang mencapai sekitar Rp78 triliun setiap tahun mulai dilihat sebagai ruang baru bagi perusahaan pembiayaan untuk memperluas bisnis syariah.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf sebelumnya menyebut besarnya perputaran ekonomi tersebut. Namun, hingga Juni 2026, pembiayaan yang berkaitan dengan haji dan umrah belum menjadi penopang utama portofolio pembiayaan syariah perusahaan multifinance.
Peluang itu muncul ketika industri pembiayaan syariah tengah mencatat pertumbuhan. OJK mencatat piutang pembiayaan syariah perusahaan pembiayaan mencapai Rp31,98 triliun pada Juni 2026.
Nilai tersebut meningkat 9,14% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan Rp29,31 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan itu menjadi salah satu dasar bagi perusahaan pembiayaan untuk memperluas portofolio produk syariah. OJK melihat aktivitas ekonomi haji dan umrah dapat menjadi salah satu ruang pengembangan tersebut.
Kepala Eksekutif Pengawas Perusahaan Pembiayaan, Modal Ventura, dan Lembaga Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan tingginya minat masyarakat terhadap ibadah haji dan umrah membuka peluang bagi perusahaan pembiayaan untuk melakukan diversifikasi.
“Tingginya minat masyarakat terhadap ibadah haji dan umrah menjadi peluang bagi Perusahaan Pembiayaan untuk melakukan diversifikasi produk dan mendukung pengembangan kinerja pembiayaan syariah," ujar Agusman dalam keterangannya, dikutipJumat(14/8/2026).
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf sebelumnya menyebut besarnya perputaran ekonomi tersebut. Namun, hingga Juni 2026, pembiayaan yang berkaitan dengan haji dan umrah belum menjadi penopang utama portofolio pembiayaan syariah perusahaan multifinance.
Peluang itu muncul ketika industri pembiayaan syariah tengah mencatat pertumbuhan. OJK mencatat piutang pembiayaan syariah perusahaan pembiayaan mencapai Rp31,98 triliun pada Juni 2026.
Nilai tersebut meningkat 9,14% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan Rp29,31 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan itu menjadi salah satu dasar bagi perusahaan pembiayaan untuk memperluas portofolio produk syariah. OJK melihat aktivitas ekonomi haji dan umrah dapat menjadi salah satu ruang pengembangan tersebut.
Kepala Eksekutif Pengawas Perusahaan Pembiayaan, Modal Ventura, dan Lembaga Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan tingginya minat masyarakat terhadap ibadah haji dan umrah membuka peluang bagi perusahaan pembiayaan untuk melakukan diversifikasi.
“Tingginya minat masyarakat terhadap ibadah haji dan umrah menjadi peluang bagi Perusahaan Pembiayaan untuk melakukan diversifikasi produk dan mendukung pengembangan kinerja pembiayaan syariah," ujar Agusman dalam keterangannya, dikutipJumat(14/8/2026).