Pesantren Darul Mujahadah Ekspor Kopi Gayo Senilai Rp1,4 Miliar
Mahmuda attar hussein
Senin, 25 Oktober 2021 - 10:02 WIB
Kopi Gayo, Aceh. Foto: Langit7/Istock
Kopi Aceh Gayo Arabica yang dikelola Pesantren Darul Mujahadah Al Waliyyah bersama dengan PT Merador Kopi Berjaya, dan Koperasi Gayo Leuser Antara telah diekspor ke Inggris sebanyak satu kontainer, dengan nilai Rp1,4 miliar.
Pelepasan ekpor itu dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Ditjen PEN Kemendag) bersama PT Astra International, dan berlangsung pada Minggu (24/10) di Takengon, Aceh Tengah.
“Dalam kerja sama ini, kami berkomitmen meningkatkan kapasitas ekspor sekitar 755 desa dalam program Desa Sejahtera Astra (DSA) agar berdaya saing dan mampu berkompetisi di pasar global,” ujar Dirjen PEN, Didi Sumedi.
Baca juga: Expo 2020 Dubai Jadi Ajang Kukuhkan Industri Halal Indonesia
Dalam program ini, lanjut Didi, kedua pihak sepakat untuk menciptakan minimal 100 desa yang mampu ekspor secara mandiri dan mendapatkan repeat order dalam kurun waktu kerja sama selama dua tahun.
Sementara itu, Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor, Marolop Nainggolan menyampaikan, pelepasan ekspor ini diharapkan dapat membuat kopi Indonesia dikenal lebih luas lagi. Apalagi Inggris merupakan negara tujuan ekspor Indonesia ke-9 dengan nilai ekspor sebesar USD15 juta.
“Kami berharap, kegiatan pelepasan ekspor ini akan menandai peningkatan nilai ekspor kopi Indonesia, sekaligus membawa Kopi Aceh Gayo menjadi lebih dikenal lagi oleh dunia,” kata Marolop.
Pelepasan ekpor itu dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Ditjen PEN Kemendag) bersama PT Astra International, dan berlangsung pada Minggu (24/10) di Takengon, Aceh Tengah.
“Dalam kerja sama ini, kami berkomitmen meningkatkan kapasitas ekspor sekitar 755 desa dalam program Desa Sejahtera Astra (DSA) agar berdaya saing dan mampu berkompetisi di pasar global,” ujar Dirjen PEN, Didi Sumedi.
Baca juga: Expo 2020 Dubai Jadi Ajang Kukuhkan Industri Halal Indonesia
Dalam program ini, lanjut Didi, kedua pihak sepakat untuk menciptakan minimal 100 desa yang mampu ekspor secara mandiri dan mendapatkan repeat order dalam kurun waktu kerja sama selama dua tahun.
Sementara itu, Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor, Marolop Nainggolan menyampaikan, pelepasan ekspor ini diharapkan dapat membuat kopi Indonesia dikenal lebih luas lagi. Apalagi Inggris merupakan negara tujuan ekspor Indonesia ke-9 dengan nilai ekspor sebesar USD15 juta.
“Kami berharap, kegiatan pelepasan ekspor ini akan menandai peningkatan nilai ekspor kopi Indonesia, sekaligus membawa Kopi Aceh Gayo menjadi lebih dikenal lagi oleh dunia,” kata Marolop.