home global news

Kemenag Kerahkan Tim ke NTT, 1.010 Paket Bantuan Darurat Disalurkan

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:31 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Kementerian Agama memperkuat penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ada sejumlah fokus penanganan, yaitu: lembaga pendidikan, rumah ibadah, kantor Kementerian Agama, serta warga dan pegawai terdampak.

Hal ini dibahas dalam Rapat Koordinasi dan Pengambilan Kebijakan Strategis di Lingkungan Kementerian Agama. Dipimpin Wakil Menteri Agama Romo Syafi'I, rakor membahas sinkronisasi data lintas unit, evaluasi penanganan kelembagaan, serta tindak lanjut respons Kemenag terhadap bencana di daerah.

Wamenag menegaskan pentingnya respons cepat dan terkoordinasi terhadap masyarakat maupun aparatur Kemenag yang terdampak. “Kementerian Agama hadir. Semua langkah yang dibutuhkan agar kawan-kawan kita yang terdampak di sana tetap bisa melaksanakan tugasnya harus dikoordinasikan,” ujar dia dalam keterangannya, Senin (24/8/2026).

Gempa di Laut Flores yang terjadi pada 15 Agustus 2026 telah menimbulkan kerusakan pada ratusan rumah ibadah, baik gereja, masjid, maupun vihara. Puluhan lembaga pendidikan juga mengalami kerusakan, termasuk Kantor Kemenag Kab/Kota. Ribuan warga juga mengungsi karena rumah mereka rusak akibat gempa.

Penguatan data dilakukan bersamaan dengan penyiapan pembelajaran darurat agar aktivitas pendidikan tetap berjalan selama masa tanggap bencana. sebagai tindak lanjut, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) telah menerjunkan tim ke lapangan. Tim menyalurkan 1.010 paket bantuan darurat (kits) dan mendirikan tenda-tenda pengungsian di wilayah terdampak.

Tenda tersebut tidak hanya difungsikan sebagai tempat pengungsian, tetapi juga disiapkan sebagai ruang kelas sementara. Pembelajaran dapat dilaksanakan secara bergilir sehingga peserta didik tetap memperoleh layanan pendidikan meskipun kondisi sejumlah bangunan madrasah belum memungkinkan digunakan secara optimal.

Penguatan respons tersebut bertumpu pada pembaruan data. Kemenag bersama jajaran Bimbingan Masyarakat (Bimas) dan Kantor Wilayah Kemenag NTT terus melakukan asesmen terhadap kondisi madrasah serta fasilitas pendidikan dan rumah ibadah lintas agama.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya