Trump Murka, Desak Iran Hentikan Eksekusi Demonstran: “Harus Dihentikan Sekarang!”
Nabil
Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:02 WIB
(Dok: Ilustrasi Langit7.id)
LANGIT7.ID-Jakarta; Trump mengecam keras meningkatnya jumlah eksekusi terhadap orang-orang di Iran yang dituduh terlibat dalam aksi protes massal awal tahun ini, sebelum perang di Timur Tengah pecah.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui Truth Social pada Selasa mengungkapkan kemarahannya atas eksekusi yang terus dilakukan pemerintah Iran terhadap para demonstran.
“Republik Islam Iran yang gagal tidak membayar sebagian besar tentaranya, sementara pada saat yang sama membunuh para demonstran, bahkan ketika mereka tidak sedang melakukan protes, dalam tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya,” tulis Trump.
“Ini adalah krisis kemanusiaan dalam skala yang luar biasa dan harus dihentikan, SEKARANG,” tambahnya.
Belum jelas informasi baru apa yang mendorong Trump membuat pernyataan tersebut pada Selasa pagi. Namun, jumlah eksekusi di Iran terus meningkat sejak perang pecah pada 28 Februari.
Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang memicu perang tersebut terjadi beberapa pekan setelah aparat Iran secara keras membubarkan aksi protes massal.
Aksi demonstrasi awalnya muncul pada akhir Desember akibat kemarahan masyarakat terhadap tingginya biaya hidup. Dalam waktu singkat, protes berkembang menjadi demonstrasi besar-besaran yang menentang pemerintah dan mencapai puncaknya pada 8 dan 9 Januari.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui Truth Social pada Selasa mengungkapkan kemarahannya atas eksekusi yang terus dilakukan pemerintah Iran terhadap para demonstran.
“Republik Islam Iran yang gagal tidak membayar sebagian besar tentaranya, sementara pada saat yang sama membunuh para demonstran, bahkan ketika mereka tidak sedang melakukan protes, dalam tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya,” tulis Trump.
“Ini adalah krisis kemanusiaan dalam skala yang luar biasa dan harus dihentikan, SEKARANG,” tambahnya.
Belum jelas informasi baru apa yang mendorong Trump membuat pernyataan tersebut pada Selasa pagi. Namun, jumlah eksekusi di Iran terus meningkat sejak perang pecah pada 28 Februari.
Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang memicu perang tersebut terjadi beberapa pekan setelah aparat Iran secara keras membubarkan aksi protes massal.
Aksi demonstrasi awalnya muncul pada akhir Desember akibat kemarahan masyarakat terhadap tingginya biaya hidup. Dalam waktu singkat, protes berkembang menjadi demonstrasi besar-besaran yang menentang pemerintah dan mencapai puncaknya pada 8 dan 9 Januari.