home global news

Muktamar Ke-35 NU Terapkan Sistem Verifikasi Digital Berbasis AI

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:09 WIB
Sejak kedatangan di gerbang utama pesantren, setiap bus rombongan Pengurus Wilayah (PWNU) maupun Pengurus Cabang (PCNU) langsung menjalani pemeriksaan ketat oleh petugas. Foto: Humas MUI.
Panitia Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) memberlakukan prosedur pengawasan dan verifikasi yang sangat ketat bagi seluruh rombongan peserta di arena utama Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Akses menuju area registrasi dan fasilitas penginapan dibatasi secara selektif hanya bagi utusan resmi yang telah terverifikasi secara sah.

Sejak kedatangan di gerbang utama pesantren, setiap bus rombongan Pengurus Wilayah (PWNU) maupun Pengurus Cabang (PCNU) langsung menjalani pemeriksaan ketat oleh petugas. Hanya muktamirin resmi yang diperbolehkan turun membawa perlengkapan untuk memproses pendaftaran, sementara anggota rombongan lainnya diarahkan menuju tempat penampungan luar.

Setelah verifikasi dokumen selesai, peserta resmi diantarkan ke penginapan menggunakan armada becak listrik yang disediakan panitia. Ketua Panitia Lokal (Panlok) Muktamar Ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozaq), menegaskan bahwa tindakan tegas ini diambil untuk menjamin ketertiban dan kelancaran forum tertinggi organisasi.

Kendati panitia tetap mengedepankan keramahan layanan, proses seleksi administrasi diberlakukan secara ketat tanpa kompromi. "Hanya muktamirin yang terverifikasi secara sah yang berhak mendapatkan ID card resmi dan diarahkan menuju lokasi penginapan yang telah ditentukan," ujar Gus Rozaq dikutip laman MUI, Kamis (27/8/2026).

Sementara itu, Ketua Panitia Pusat (OC) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memaparkan bahwa ketatnya pengawasan lapangan ini didukung penuh oleh infrastruktur teknologi digital terpadu. Panitia menyiagakan lebih dari 100 titik kamera CCTV yang terpantau langsung ke command center, penggunaan ID card berteknologi cip anti-duplikasi, serta AI agent yang terhubung dengan aplikasi WhatsApp.

"Sistem cerdas tersebut mempermudah peserta mengecek kamar penginapan, melaporkan kehilangan barang, hingga mengirimkan sinyal darurat medis ke petugas secara real-time," ujarnya.

Pengintegrasian teknologi canggih ini memastikan seluruh data identitas dan alur pendaftaran terekam secara akurat bahkan sebelum peserta menginjakkan kaki di lokasi acara. Pengawasan ketat ini ditegaskan kembali oleh pihak panitia pusat saat meninjau langsung kesiapan arena.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya