home global news

Korban Tewas Banjir Nepal-Tibet Tembus 362 Orang, 1.400 Lebih Masih Hilang

Jum'at, 28 Agustus 2026 - 05:04 WIB
(Dok: Ilustrasi Langit7.id)
LANGIT7.ID-Jakarta; Tim penyelamat menyusuri lumpur pada Kamis untuk mencari lebih dari 1.400 orang yang masih hilang setelah banjir bandang dan longsor menerjang perbatasan Nepal-Tibet. Jumlah korban tewas pun melonjak menjadi sedikitnya 362 orang, sementara sejumlah desa dilaporkan tersapu seluruhnya.

Para ahli memperingatkan potensi banjir susulan, sehari setelah dinding air dan lumpur dingin yang menyerupai tsunami menghancurkan sejumlah wilayah. Banjir tersebut membawa material lumpur dalam jumlah besar, menenggelamkan rumah, menghancurkan jembatan dan bendungan, serta menyeret kendaraan seperti mainan.

Banyak dari mereka yang masih hilang merupakan wisatawan asing, termasuk puluhan umat Hindu yang tengah melakukan ziarah ke Gunung Kailash yang diselimuti salju dan dianggap suci di Tibet.

Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), bencana tersebut dipicu oleh runtuhnya gletser yang kemudian menyebabkan aliran material es dan puing dalam skala besar.

Tim tanggap darurat berpacu menyelamatkan korban yang masih hidup dari wilayah terdampak. Sementara itu, tentara Nepal menggunakan anjing pelacak untuk mencari jenazah yang terkubur di bawah timbunan lumpur tebal.

"Segalanya sudah selesai," kata Omkar Joshi, agen bea cukai Nepal berusia 35 tahun yang diselamatkan dari sebuah bukit di kota perbatasan Timure, kepada AFP.

"Ini adalah kuburan raksasa. Yang tersisa hanya pasir dan kerikil, basah oleh darah manusia."
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya