home global news

Haedar Nashir Ungkap Alasan Muhammadiyah Tak Punya Dewan Syuro

Sabtu, 05 September 2026 - 13:30 WIB
Haedar Nashir Ungkap Alasan Muhammadiyah Tak Punya Dewan Syuro
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, membeberkan alasan tidak adanya struktur Dewan Syuro dalam hierarki kepemimpinan Persyarikatan Muhammadiyah. Hal ini disebabkan fungsi kepemimpinan spiritual (leader/spiritual authority) dan fungsi manajerial (manager/instrumental authority) disatukan pada figur ketua di setiap jenjang, mulai dari tingkat Pusat, Wilayah, Daerah, hingga Cabang.

Keterangan tersebut disampaikan Haedar pada Jumat (4/9/2026) saat mengisi kegiatan Training High Impact Leader and Manager yang diselenggarakan oleh Pusdiklat PP Muhammadiyah di Grand Rohan, Yogyakarta. Haedar menjelaskan bahwa seorang pemegang amanah kepemimpinan di lingkungan Muhammadiyah tidak cukup hanya mengandalkan legitimasi spiritual, melainkan dituntut untuk cakap dalam tata kelola manajerial.

“Kita menyatukan semuanya itu. Maka siapa pun yang di PP Muhammadiyah, PWM, dasarnya dia pemimpin, tetapi dia harus punya kemampuan manajerial,” tegas Haedar, dikutip laman Muhammadiyah, Sabtu (5/82026).

Ia menambahkan bahwa integritas seorang pemimpin di Muhammadiyah dibangun dari kombinasi dua kapasitas mendasar. “Tapi wilayah leader tidak hanya itu, maka fungsi dengan karakter bahwa leader sebagai spiritual authority dengan modal dasar spiritual authority, dan manajer dengan kemampuan instrumental authority,” jelasnya.

Penyusunan Program Berbasis Pendekatan Keilmuan

Dalam kesempatan tersebut, Haedar juga mengulas bagaimana perumusan desain kebijakan program di PP Muhammadiyah selalu ditempuh melalui metodologi ilmiah dan diskusi yang mendalam. Tradisi ini telah dibangun sejak era kepemimpinan Din Syamsuddin, salah satunya dengan melibatkan pakar manajemen Andrew E.B. Tani.

Kendati merujuk pada teori kepemimpinan modern, PP Muhammadiyah tidak menelan mentah-mentah konsep eksternal. Setiap gagasan disaring secara kritis agar selaras dengan kebutuhan organisasi dan pengalaman nyata di lapangan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya