36 Artefak Kuno yang Dicuri Dikembalikan AS ke Suriah, Termasuk Peninggalan Palmyra
Nabil
Kamis, 24 September 2026 - 09:25 WIB
36 Artefak Kuno yang Dicuri Dikembalikan AS ke Suriah, Termasuk Peninggalan Palmyra
LANGIT7.ID-Jakarta; Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan pengembalian 36 artefak kuno yang dicuri ke Suriah. Salah satu benda yang dipulangkan merupakan batu bersejarah yang diperdagangkan setelah situs kuno Palmyra mengalami kehancuran oleh kelompok Daesh.
Otoritas AS menyita seluruh artefak tersebut dari Metropolitan Museum of Art (Met) di New York serta sejumlah kolektor seni kuno. Nilai keseluruhan benda-benda bersejarah itu diperkirakan mencapai lebih dari US$5 juta.
“Upacara repatriasi menjadi pengingat kuat bahwa pelestarian warisan budaya melampaui batas negara atau kebangsaan mana pun,” kata Jaksa Distrik Manhattan Alvin Bragg.
Batu yang berasal dari Palmyra tersebut sebelumnya dikeluarkan dari situs warisan dunia UNESCO itu. Menurut keterangan resmi, artefak tersebut diambil sebelum anggota Islamic State menghancurkan sebagian besar kawasan kota Palmyra pada periode 2015 hingga 2017.
Artefak itu berupa pahatan batu kapur dengan berat lebih dari 450 kilogram. Ukirannya menggambarkan seorang pria dalam posisi berbaring yang dikelilingi seorang perempuan dan tiga anak.
Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir telah mengembalikan berbagai artefak hasil penjarahan kepada sejumlah negara, termasuk China, Yunani, dan Italia.
Kuasa Usaha Suriah di Washington, Mohammad Kanatri, mengatakan pengembalian tersebut menunjukkan bagaimana “komitmen bersama untuk melindungi warisan budaya dapat membangun jembatan yang bertahan lama antara kedua negara.”
Otoritas AS menyita seluruh artefak tersebut dari Metropolitan Museum of Art (Met) di New York serta sejumlah kolektor seni kuno. Nilai keseluruhan benda-benda bersejarah itu diperkirakan mencapai lebih dari US$5 juta.
“Upacara repatriasi menjadi pengingat kuat bahwa pelestarian warisan budaya melampaui batas negara atau kebangsaan mana pun,” kata Jaksa Distrik Manhattan Alvin Bragg.
Batu yang berasal dari Palmyra tersebut sebelumnya dikeluarkan dari situs warisan dunia UNESCO itu. Menurut keterangan resmi, artefak tersebut diambil sebelum anggota Islamic State menghancurkan sebagian besar kawasan kota Palmyra pada periode 2015 hingga 2017.
Artefak itu berupa pahatan batu kapur dengan berat lebih dari 450 kilogram. Ukirannya menggambarkan seorang pria dalam posisi berbaring yang dikelilingi seorang perempuan dan tiga anak.
Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir telah mengembalikan berbagai artefak hasil penjarahan kepada sejumlah negara, termasuk China, Yunani, dan Italia.
Kuasa Usaha Suriah di Washington, Mohammad Kanatri, mengatakan pengembalian tersebut menunjukkan bagaimana “komitmen bersama untuk melindungi warisan budaya dapat membangun jembatan yang bertahan lama antara kedua negara.”