Fadli Zon Resmikan Perpustakaan Danantara di Museum Nasional, Intip Koleksinya
Tim langit 7
Jum'at, 25 September 2026 - 18:15 WIB
Fadli Zon Resmikan Perpustakaan Danantara di Museum Nasional, Intip Koleksinya
LANGIT7.ID-Jakarta;Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan bahwa hadirnya perpustakaan di Museum Nasional Indonesia merupakan dua elemen yang saling melengkapi dalam memperkuat fungsi museum sebagai ruang pembelajaran yang berkelanjutan. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam acara Peresmian Perpustakaan Danantara di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.
Perpustakaan Danantara - Museum Nasional Indonesia merupakan kemitraan strategis Danantara Indonesia Trust dan Kementerian Kebudayaan melalui Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya untuk memperluas akses pengetahuan, budaya membaca, serta literasi masyarakat. Melalui pilar pendidikan dan budaya, inisiatif ini menghadirkan ruang belajar yang inklusif sekaligus memperkuat peran Museum Nasional Indonesia sebagai pusat edukasi sejarah dan kebudayaan Nusantara.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengapresiasi kolaborasi dan dukungan Danantara dalam menghadirkan Perpustakaan Danantara di Museum Nasional Indonesia, sehingga warisan buku yang ada di Museum Nasional Indonesia dapat diakses dan dimanfaatkan oleh publik. Selain itu, perpustakaan dalam museum merupakan bagian dari infrastruktur riset dan produksi pengetahuan museum.
“Museum dan perpustakaan tumbuh sebagai satu ekosistem yang menghubungkan koleksi, dokumentasi, riset, pendidikan, dan akses publik. Buku-buku yang ada, 30.000 buku, tanpa kolaborasi ini, mungkin tidak bisa di-display atau dimanfaatkan dengan baik. Kolaborasi strategis ini mendorong perpustakaan dan museum sebagai elemen yang saling melengkapi,” ungkap Menbud.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin menyampaikan bahwa kolaborasi ini turut membuka lebih banyak kesempatan agar pengetahuan yang tersimpan di Museum Nasional Indonesia dapat diakses dan dimanfaatkan masyarakat luas. Ia menyampaikan bahwa koleksi perpustakaan mencakup buku umum, buku bertema budaya daerah, buku internasional, buku referensi, terbitan Museum Nasional Indonesia, serta hikayat dan literatur lama.
”Sementara ini beberapa koleksi unggulan adalah koleksi arsip dan terbitan Batavia Genootschap, koleksi sastra lama termasuk Serat Centhini, dan terbitan khusus Museum Nasional Indonesia yang berisi kajian sejarah, budaya, dan benda koleksi. Ada juga buku tertua tahun 1859, Netherlands Oost-Indië, dan buku perjalanan dari Dr. S.A. Buddingh,” papar Kepala Museum dan Cagar Budaya.
Perpustakaan Danantara - Museum Nasional Indonesia telah mengintegrasikan teknologi Senayan Library Management System (SLiMS) dan fasilitas Online Public Access Catalog (OPAC). Sebagai upaya menjaga kelestarian koleksi, kapasitas kunjungan dibatasi maksimal 20 orang per jam dengan sistem registrasi daring (online) untuk pemilihan jadwal dan ketersediaan sesi. Selain ruang baca, fasilitas lain yang dapat dimanfaatkan publik meliputi ruang layanan informasi, ruang rapat (meeting room), serta loker penitipan barang.
Perpustakaan Danantara - Museum Nasional Indonesia merupakan kemitraan strategis Danantara Indonesia Trust dan Kementerian Kebudayaan melalui Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya untuk memperluas akses pengetahuan, budaya membaca, serta literasi masyarakat. Melalui pilar pendidikan dan budaya, inisiatif ini menghadirkan ruang belajar yang inklusif sekaligus memperkuat peran Museum Nasional Indonesia sebagai pusat edukasi sejarah dan kebudayaan Nusantara.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengapresiasi kolaborasi dan dukungan Danantara dalam menghadirkan Perpustakaan Danantara di Museum Nasional Indonesia, sehingga warisan buku yang ada di Museum Nasional Indonesia dapat diakses dan dimanfaatkan oleh publik. Selain itu, perpustakaan dalam museum merupakan bagian dari infrastruktur riset dan produksi pengetahuan museum.
“Museum dan perpustakaan tumbuh sebagai satu ekosistem yang menghubungkan koleksi, dokumentasi, riset, pendidikan, dan akses publik. Buku-buku yang ada, 30.000 buku, tanpa kolaborasi ini, mungkin tidak bisa di-display atau dimanfaatkan dengan baik. Kolaborasi strategis ini mendorong perpustakaan dan museum sebagai elemen yang saling melengkapi,” ungkap Menbud.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin menyampaikan bahwa kolaborasi ini turut membuka lebih banyak kesempatan agar pengetahuan yang tersimpan di Museum Nasional Indonesia dapat diakses dan dimanfaatkan masyarakat luas. Ia menyampaikan bahwa koleksi perpustakaan mencakup buku umum, buku bertema budaya daerah, buku internasional, buku referensi, terbitan Museum Nasional Indonesia, serta hikayat dan literatur lama.
”Sementara ini beberapa koleksi unggulan adalah koleksi arsip dan terbitan Batavia Genootschap, koleksi sastra lama termasuk Serat Centhini, dan terbitan khusus Museum Nasional Indonesia yang berisi kajian sejarah, budaya, dan benda koleksi. Ada juga buku tertua tahun 1859, Netherlands Oost-Indië, dan buku perjalanan dari Dr. S.A. Buddingh,” papar Kepala Museum dan Cagar Budaya.
Perpustakaan Danantara - Museum Nasional Indonesia telah mengintegrasikan teknologi Senayan Library Management System (SLiMS) dan fasilitas Online Public Access Catalog (OPAC). Sebagai upaya menjaga kelestarian koleksi, kapasitas kunjungan dibatasi maksimal 20 orang per jam dengan sistem registrasi daring (online) untuk pemilihan jadwal dan ketersediaan sesi. Selain ruang baca, fasilitas lain yang dapat dimanfaatkan publik meliputi ruang layanan informasi, ruang rapat (meeting room), serta loker penitipan barang.