Hampir Berusia 5 Abad, Indramayu Siap Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi
Ahmad zuhdi
Kamis, 08 Oktober 2026 - 19:10 WIB
Hampir Berusia 5 Abad, Indramayu Siap Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi. Foto: Humas Pemprov Jabar.
Memasuki usia 499 tahun, Kabupaten Indramayu diminta fokus pada tiga hal, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penguatan ekonomi masyarakat, serta perkuat konektivitas dan kolaborasi.
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menuturkan, dengan memperkuat tiga hal tersebut, Indramayu tidak saja menjadi bagian penting dari Jawa Barat, tetapi bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Pantura Jabar.
"Saya yakin dengan potensi yang besar dan semangat masyarakatnya, Indramayu tidak hanya menjadi bagian penting bagi Jawa Barat tetapi jadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi, ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Pantura," kata Erwan dalam rapat paripurna DPRD Indramayu dalam rangka Hari Jadi ke-499 Indramayu, Rabu (7/10/2026).
Saat ini, Indramayu masih menjadi kekuatan utama ketahanan pangan Jabar dan nasional dengan produksi padi mencapai 1,67 juta ton per tahun. Menurut Erwan, Indramayu juga memiliki potensi besar di bidang industri, energi, kelautan, perikanan, pariwisata hingga ekonomi kreatif.
"Pengembangan investasi strategis di kawasan Balongan juga menjadi peluang untuk memperkuat industri dan membuka lapangan kerja," sebut Erwan.
Namun demikian, Indramayu memiliki tantangan yang cukup besar. Angka statistik menyebut IPM Indramayu pada tahun 2025 ada di angka 71,58. Sementara tingkat pengangguran terbuka tahun 2025 berada pada 6,47 persen dan tingkat kemiskinan masih di angka 11,02 persen.
Erwan mengatakan, pekerjaan rumah yang cukup besar itu hanya bisa diselesaikan dengan kolaborasi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten Indramayu.
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menuturkan, dengan memperkuat tiga hal tersebut, Indramayu tidak saja menjadi bagian penting dari Jawa Barat, tetapi bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Pantura Jabar.
"Saya yakin dengan potensi yang besar dan semangat masyarakatnya, Indramayu tidak hanya menjadi bagian penting bagi Jawa Barat tetapi jadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi, ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Pantura," kata Erwan dalam rapat paripurna DPRD Indramayu dalam rangka Hari Jadi ke-499 Indramayu, Rabu (7/10/2026).
Saat ini, Indramayu masih menjadi kekuatan utama ketahanan pangan Jabar dan nasional dengan produksi padi mencapai 1,67 juta ton per tahun. Menurut Erwan, Indramayu juga memiliki potensi besar di bidang industri, energi, kelautan, perikanan, pariwisata hingga ekonomi kreatif.
"Pengembangan investasi strategis di kawasan Balongan juga menjadi peluang untuk memperkuat industri dan membuka lapangan kerja," sebut Erwan.
Namun demikian, Indramayu memiliki tantangan yang cukup besar. Angka statistik menyebut IPM Indramayu pada tahun 2025 ada di angka 71,58. Sementara tingkat pengangguran terbuka tahun 2025 berada pada 6,47 persen dan tingkat kemiskinan masih di angka 11,02 persen.
Erwan mengatakan, pekerjaan rumah yang cukup besar itu hanya bisa diselesaikan dengan kolaborasi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten Indramayu.