Baznas dan Kemnaker Lepas 23 Mustahik Kerja di Jepang
Ahmad zuhdi
Jum'at, 09 Oktober 2026 - 17:41 WIB
Baznas dan Kemnaker Lepas 23 Mustahik Kerja di Jepang. Foto: Humas Baznas RI.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI kembali melangkah nyata dalam mengentaskan kemiskinan dengan melepas 23 mustahik asal Lampung, Jawa Timur, dan Sumatra Barat untuk bekerja di Jepang melalui Program Beasiswa Vokasi. Pelepasan ini menambah jumlah penerima manfaat yang telah diberangkatkan ke Negeri Sakura hingga mencapai total 107 orang.
Para peserta akan menjalani program magang selama tiga tahun dengan potensi penghasilan harian yang diperkirakan mampu mencapai batas nisab zakat. Langkah ini dirancang sebagai sarana pemberdayaan ekonomi agar para peserta mampu mengubah taraf hidup keluarga secara berkelanjutan.
Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Baznas RI, Idy Muzayyad, menegaskan bahwa kemitraan strategis ini merupakan ikhtiar nyata untuk memperluas akses lapangan kerja internasional sekaligus membantu pemerintah menekan angka pengangguran terbuka di tanah air. "Baznas menargetkan sebanyak 3.000 penerima manfaat dapat terserap dalam program kolaborasi jangka panjang bersama Kemnaker ini dalam kurun waktu lima tahun ke depan," kata Idy dalam keterangannya, Jumat (9/10/2026).
Melalui kesempatan magang luar negeri tersebut, Idy berharap para peserta dapat memanfaatkan momentum ini sebaik-baiknya untuk memperbaiki kondisi finansial keluarga hingga pada akhirnya bertransformasi dari penerima zakat (mustahik) menjadi pembayar zakat (muzaki).
Salah satu penerima manfaat asal Sumatra Selatan, Dananda Bagus Setiawan, membagikan rasa syukurnya dapat lolos dan ditempatkan di CSK Co., Ltd. Terlahir dari keluarga dengan latar belakang orang tua yang bekerja sebagai buruh serabutan, kesempatan dari Baznas dan Kemnaker ini menjadi titik balik penting dalam hidupnya.
Dananda menaruh harapan besar agar pengalaman kerja di Jepang dapat modal baginya untuk membangun usaha mandiri, mengangkat perekonomian keluarga, serta memenuhi cita-citanya menjadi seorang muzaki setelah kembali ke Tanah Air.
Kisah serupa dialami Juwan Saputra, peserta asal Sumatra Selatan yang akan ditempatkan di ASHIHOZAKI INDUSTRY Co., Ltd. Sebagai anak sulung dari seorang ayah yang berprofesi sebagai tukang tambal ban dengan penghasilan tak menentu, Juwan sempat menghadapi kendala besar dalam memenuhi tingginya biaya pelatihan dan pemberangkatan kerja.
Para peserta akan menjalani program magang selama tiga tahun dengan potensi penghasilan harian yang diperkirakan mampu mencapai batas nisab zakat. Langkah ini dirancang sebagai sarana pemberdayaan ekonomi agar para peserta mampu mengubah taraf hidup keluarga secara berkelanjutan.
Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Baznas RI, Idy Muzayyad, menegaskan bahwa kemitraan strategis ini merupakan ikhtiar nyata untuk memperluas akses lapangan kerja internasional sekaligus membantu pemerintah menekan angka pengangguran terbuka di tanah air. "Baznas menargetkan sebanyak 3.000 penerima manfaat dapat terserap dalam program kolaborasi jangka panjang bersama Kemnaker ini dalam kurun waktu lima tahun ke depan," kata Idy dalam keterangannya, Jumat (9/10/2026).
Melalui kesempatan magang luar negeri tersebut, Idy berharap para peserta dapat memanfaatkan momentum ini sebaik-baiknya untuk memperbaiki kondisi finansial keluarga hingga pada akhirnya bertransformasi dari penerima zakat (mustahik) menjadi pembayar zakat (muzaki).
Salah satu penerima manfaat asal Sumatra Selatan, Dananda Bagus Setiawan, membagikan rasa syukurnya dapat lolos dan ditempatkan di CSK Co., Ltd. Terlahir dari keluarga dengan latar belakang orang tua yang bekerja sebagai buruh serabutan, kesempatan dari Baznas dan Kemnaker ini menjadi titik balik penting dalam hidupnya.
Dananda menaruh harapan besar agar pengalaman kerja di Jepang dapat modal baginya untuk membangun usaha mandiri, mengangkat perekonomian keluarga, serta memenuhi cita-citanya menjadi seorang muzaki setelah kembali ke Tanah Air.
Kisah serupa dialami Juwan Saputra, peserta asal Sumatra Selatan yang akan ditempatkan di ASHIHOZAKI INDUSTRY Co., Ltd. Sebagai anak sulung dari seorang ayah yang berprofesi sebagai tukang tambal ban dengan penghasilan tak menentu, Juwan sempat menghadapi kendala besar dalam memenuhi tingginya biaya pelatihan dan pemberangkatan kerja.