home community

Pencak Silat Tradisional Mampu Perkuat Karakter Generasi Muda

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:37 WIB
Pencak Silat Tradisional Mampu Perkuat Karakter Generasi Muda
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menegaskan pentingnya menjaga dan mengembangkan pencak silat tradisional sebagai warisan leluhur sekaligus sarana membangun karakter generasi muda yang unggul, berintegritas, dan berbudaya.

Menurut Herman, pencak silat tradisional bukan sekadar menjaga kesenian dan kebudayaan. Melalui penguatan pembelajaran karakter yang ditempa dari setiap paguyuban pencak silat tradisional, nantinya generasi muda yang memiliki ketangguhan mental dan spiritual di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Pertempuran sejati hari ini adalah memupuk mental dan memperkuat spiritual generasi muda agar tidak rapuh. Salah satu alatnya adalah warisan leluhur yang harus kita jaga, yaitu pencak silat tradisional,” ujar Sekda Herman saat memberikan sambutan dalam acara Penandatanganan Piagam Penghargaan dan Pelantikan Pengurus Keluarga Pencak Silat Tradisional Indonesia (KPSTI) se-Bandung Raya di Gedung Pusat Kebudayaan (GPK) Suniaraja, Kota Bandung, Sabtu (10/10/2026).

Mewakili Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Herman mengungkapkan, pencak silat tradisional memiliki dua dimensi penting, yakni tontonan dan tuntunan. Sebagai tontonan, pencak silat menghadirkan keindahan gerak, musik, serta unsur seni yang dapat memberikan kebahagiaan. Sementara itu, sebagai tuntunan, pencak silat mengandung nilai-nilai kehidupan yang membentuk karakter dan kepribadian seseorang.

Nilai-nilai tersebut meliputi keberanian, kejujuran, kerendahan hati, kesabaran, kemampuan berkomunikasi, kreativitas, hingga kolaborasi. Herman menilai nilai-nilai itu relevan dengan kebutuhan pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul di Jawa Barat.

“Di dalam pencak silat ada tontonan dan ada tuntunan. Setiap jurus tidak lahir begitu saja, tetapi berangkat dari perjalanan spiritual dan pasti memiliki makna. Di dalamnya ada nilai kesatria, bagaimana seseorang harus jujur, berani, kritis terhadap lingkungan, kreatif, serta mampu berkomunikasi dan berkolaborasi,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa pelestarian pencak silat tradisional sejalan dengan visi pembangunan Jawa Barat melalui semangat Jawa Barat Istimewa, khususnya dalam mewujudkan SDM yang unggul dan meningkatkan kesejahteraan serta kebahagiaan masyarakat. Tak hanya itu, pencak silat tradisional juga menjadi ruang dalam mewujudkan generasi muda di Jabar yang memiliki karakter cageur, bageur, bener, pinter, dan singer.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya