home wirausaha syariah

Komitmen Jaga Bumi, Pembiayaan ESG BSI Capai Rp78,6 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:13 WIB
Komitmen Jaga Bumi, Pembiayaan ESG BSI Capai Rp78,6 Triliun
Sebagai wujud nyata komitmen dalam menjaga lingkungan Indonesia dan menerapkan prinsip bisnis berkelanjutan, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) terus memfokuskan pertumbuhan pada pembiayaan berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG).

Berdasarkan catatan per Juni 2026, total portofolio pembiayaan berbasis ESG BSI berhasil menembus angka Rp78,6 triliun atau mencakup 23,1 persen dari keseluruhan total pembiayaan, serta mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,09 persen dari periode sebelumnya. Realisasi pembiayaan tersebut terdiri atas Green Financing sebesar Rp17,4 triliun dan Social Financing senilai Rp61,2 triliun.

Wakil Direktur Utama BSI, Bob T. Ananta, menjelaskan bahwa perseroan menerapkan tiga pilar utama ESG yang mencakup sustainable banking, operation & beyond banking, serta business enablers. Konsistensi terhadap penerapan prinsip berkelanjutan ini dinilai mampu memberikan dampak positif yang nyata terhadap kesehatan portofolio bisnis perusahaan.

"Kami membuktikan bahwa komitmen terhadap bisnis berkelanjutan membuat portofolio bisnis menjadi nyata dan tumbuh sehat," ujarnya dikutip BSI, Sabtu (10/10/2026).

Dari sisi penghimpunan dana, BSI turut memperkuat instrumen keuangan berkelanjutan melalui penerbitan Sustainable Sukuk dengan total nilai mencapai Rp8 triliun dari target penerbitan sukuk sustainability senilai Rp10 triliun. Selain itu, BSI juga meluncurkan Sustainability-Linked Financing pertama di Indonesia senilai Rp1,5 triliun untuk proyek Tol Bali Mandara, serta mengoptimalkan penyaluran ZISWAF, penerapan kendaraan operasional ramah lingkungan, hingga penghitungan jejak karbon (carbon tracking).

"Bagi BSI, keberlanjutan merupakan bagian dari amanah untuk menghadirkan kemaslahatan yang lebih luas. Karena itu, pertumbuhan bisnis harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab sosial, perlindungan lingkungan, tata kelola yang baik, serta penciptaan nilai ekonomi yang inklusif," tambah Bob.

Komitmen terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif juga diwujudkan melalui penguatan sektor UMKM yang menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan. Tercatat rasio pembiayaan inklusif makroprudensial (RPIM) BSI telah mencapai 33,65 persen, melampaui target yang ditetapkan sebesar 30 persen, di mana segmen UMKM menyumbang sekitar 16,25 persen dari total portofolio pembiayaan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya