Banjir Bandang Menerjang Kota Padang, Tiga Kecamatan Terdampak Sebabkan 672 Orang Mengungsi
Lusi mahgriefie
Senin, 12 Oktober 2026 - 07:37 WIB
Banjir merendam sejumlah wilayah permukiman di Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (11/10). Foto: BPBD Provinsi Sumatera Barat
Banjir bandang melanda Kota Padang, Sumatera Barat sejak Sabtu (10/10) akibat dari intensitas hujan yang tinggi. Akibatnya, tiga kecamatan dan enam kelurahan terdampak banjir menyebabkan lebih dari 600 jiwa mengungsi.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sumatera Barat per Minggu (11/10) pukul 03.34 WIB, banjir belum surut dan proses pendataan serta evakuasi warga masih berlangsung.
Tiga kecamatan terdampak meliputi Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Adapun enam kelurahan yang dilaporkan terdampak ialah Kuranji, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Lubuk Minturun, Tabiang Banda Gadang, dan Gurun Laweh. Sebagaimana dilansir laman resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin (12/10/2026).
Berdasarkan pendataan sementara, banjir berdampak pada sekira 225 kepala keluarga atau 498 jiwa. Selain itu, sebanyak 672 jiwa dilaporkan mengungsi di Kecamatan Kuranji, tepatnya di Kelurahan Kuranji.
Baca juga:Surah Hud Ayat 44: Hikmah Bencana Banjir dan Ketaatan Alam
Para pengungsi tersebar di tiga lokasi, yakni tenda pengungsian Lapau Munggu dan rumah warga sebanyak 367 jiwa, Mushalla Ar Ridwan Kampung Tangah sebanyak 250 jiwa, serta Warung Jembatan Guo sebanyak 55 jiwa. Data warga terdampak dan pengungsi tersebut masih dalam proses pendataan dan pemutakhiran.
Dari sisi kerusakan, pendataan sementara mencatat satu unit rumah rusak berat dan empat unit rumah rusak sedang. Selain itu, sekitar 120 unit rumah dilaporkan terdampak banjir. Banjir juga menyebabkan akses jalan di wilayah Kuranji, tepatnya di sekitar lokasi PDAM daerah Guo, terputus sehingga menghambat akses menuju wilayah terdampak.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sumatera Barat per Minggu (11/10) pukul 03.34 WIB, banjir belum surut dan proses pendataan serta evakuasi warga masih berlangsung.
Tiga kecamatan terdampak meliputi Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Adapun enam kelurahan yang dilaporkan terdampak ialah Kuranji, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Lubuk Minturun, Tabiang Banda Gadang, dan Gurun Laweh. Sebagaimana dilansir laman resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin (12/10/2026).
Berdasarkan pendataan sementara, banjir berdampak pada sekira 225 kepala keluarga atau 498 jiwa. Selain itu, sebanyak 672 jiwa dilaporkan mengungsi di Kecamatan Kuranji, tepatnya di Kelurahan Kuranji.
Baca juga:Surah Hud Ayat 44: Hikmah Bencana Banjir dan Ketaatan Alam
Para pengungsi tersebar di tiga lokasi, yakni tenda pengungsian Lapau Munggu dan rumah warga sebanyak 367 jiwa, Mushalla Ar Ridwan Kampung Tangah sebanyak 250 jiwa, serta Warung Jembatan Guo sebanyak 55 jiwa. Data warga terdampak dan pengungsi tersebut masih dalam proses pendataan dan pemutakhiran.
Dari sisi kerusakan, pendataan sementara mencatat satu unit rumah rusak berat dan empat unit rumah rusak sedang. Selain itu, sekitar 120 unit rumah dilaporkan terdampak banjir. Banjir juga menyebabkan akses jalan di wilayah Kuranji, tepatnya di sekitar lokasi PDAM daerah Guo, terputus sehingga menghambat akses menuju wilayah terdampak.