home sports

Dari Kebiasaan Lari Saat Pulang Sekolah ke Lintasan Dunia: Kisah Aji dan Veda di Balik Sorotan Mandalika

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:03 WIB
Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama membuktikan bahwa mimpi menuju panggung balap dunia membutuhkan perjuangan panjang. Dari latihan sejak kecil hingga menghadapi cedera, keduanya terus membawa nama
LANGIT7.ID-Mandalika;Di balik gemerlap Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, 9–11 Oktober 2026, ada dua nama Indonesia yang berdiri bukan karena keberuntungan semata. Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama adalah bukti bahwa jalan menuju panggung balap dunia tidak dibangun dalam semalam — melainkan ditempuh dengan keringat sejak kecil, air mata karena cedera, dan waktu bersama keluarga yang rela dikorbankan.

Mario kini berlaga di kelas Moto2, sementara Veda tampil di Moto3. Keduanya mewakili semangat The Rise of Local Heroes dan #IndonesiaMendunia Bersama Pertamina — sebuah ajakan untuk mengapresiasi perjuangan atlet, bukan hanya hasil di lintasan.

Mario: Lari Pulang Sekolah, Bukan Naik Angkot

Kecintaan Mario pada balap tumbuh sejak kecil. Saat teman-temannya pulang sekolah menggunakan angkutan umum, ia justru berlari menjalani latihan fisik yang disiapkan sang ayah.

"Dari kelas satu sampai kelas enam SD, sering latihan. Setiap kali dijemput sama ayah, sudah disiapkan baju lari. Jadi pulang sekolah, yang lain naik angkot, saya lari," ujar Mario.

Orang tuanya menerapkan aturan ketat. Meski sudah punya SIM, Mario tidak diizinkan mengendarai motor di jalan raya.

"Kalau di jalan raya, saya pernah dimarahi. Sampai sudah punya SIM pun tidak pernah diizinkan naik motor di jalan raya. Tapi kalau di sirkuit, bebas," katanya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya