home global news

Guru Besar ITB Apresiasi Capaian Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Sektor Energi, B50 hingga PLTS 100 GWp

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:15 WIB
Guru Besar ITB Apresiasi Capaian Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Sektor Energi, B50 hingga PLTS 100 GWp
Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di sektor energi diwarnai sejumlah agenda strategis, mulai dari pengembangan biodiesel B50, penghentian impor solar, hingga rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp). Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian energi dan mengoptimalkan potensi sumber daya alam Indonesia.

Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof Tutuka Ariadji, menilai pengembangan energi berbasis sumber daya domestik menjadi langkah penting bagi Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar negeri. Menurutnya, penguasaan teknologi dan keberanian menetapkan target menjadi faktor penting dalam mendorong kemajuan sektor energi nasional.

“Biodiesel mempunyai sejarah panjang yang dikembangkan waktu awalnya oleh para dosen ITB, hanya dengan keyakinan kuat pada kemampuan teknologi dan potensi besar sumberdaya alamnya. Presiden Prabowo mempunyai target tertinggi biodiesel di dunia tidak satupun yangg menyamai terciptalah B50,” ujar Tutuka dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).

Pengembangan B50 menjadi salah satu agenda yang menonjol dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Dengan memanfaatkan bahan baku domestik, program ini diarahkan untuk mengurangi kebutuhan solar berbasis impor, sekaligus memperluas pemanfaatan sumber daya alam Indonesia.

Selain biodiesel, pengembangan PLTS berkapasitas 100 GWp menjadi bagian dari agenda diversifikasi energi. Pemanfaatan tenaga surya diharapkan dapat memperluas penggunaan energi terbarukan dan mendukung pemenuhan kebutuhan listrik nasional.

Infrastruktur Gas dan Hilirisasi Jadi Penopang

Tidak hanya berfokus pada bahan bakar dan energi terbarukan, Tutuka menyoroti pembangunan jaringan gas rumah tangga sebagai bagian penting dari penguatan infrastruktur energi. Ia menyebut pembangunan satu juta sambungan rumah tangga pada 2026 sebagai perkembangan besar dibandingkan akumulasi pembangunan jaringan gas yang dibiayai APBN pada periode sebelumnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya