home global news

Kementerian Kebudayaan Siap Gelar Konferensi Musik Indonesia 2026, Perkuat Ekosistem Musik Nasional

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:39 WIB
KMI 2026 di Makassar menjadi langkah memperkuat ekosistem musik Indonesia. Pemerintah mendorong kolaborasi, perlindungan musisi, dan kedaulatan musik nasional di era digital.
LANGIT7.ID-Jakarta; Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia kembali menyelenggarakan Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 27 Oktober – 1 November 2026.

Mengusung tema “Bergerak Bersama Mengimplementasikan Ekosistem Musik Indonesia yang Berdaulat”, KMI 2026 diarahkan untuk mempercepat tindak lanjut rekomendasi strategis, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta memperluas partisipasi ekosistem musik nasional dan Indonesia Timur.

Dalam Taklimat Media Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026 yang berlangsung di Graha Utama Gedung A, Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon menegaskan bahwa pelaksanaan KMI 2026 bukan seremoni semata, melainkan wujud amanat dari konstitusi UUD 1945 Pasal 32 Ayat 1, di mana negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia.

“Konferensi Musik Indonesia juga merupakan bagian yang sangat penting untuk membangun serta mengembangkan ekosistem musik Indonesia sebagaimana telah dicanangkan.

Termasuk melalui program Manajemen Talenta di Kementerian Kebudayaan, kita membangun ada lima ekosistem di bidang seni. Dan ekosistem musik yang ada di dalamnya berpotensi menjadi salah satu pilar utama kekuatan ekonomi kreatif nasional,” papar Menbud.

Menteri Fadli melanjutkan bahwa KMI 2026 merupakan ruang bagi para musisi, produser, serta komunitas untuk menunjukkan keragaman musik Nusantara. Indonesia sebagai negara cultural megadiversity mempunyai potensi musik tradisi yang luar biasa, di mana seluruh etnis di Indonesia mempunyai musik masing-masing.

Menbud Fadli Zon turut menegaskan bahwa transformasi era digital telah membuka ruang ekspresi dan aksesibilitas yang luas bagi perkembangan musik Indonesia, mulai dari karya-karya klasik hingga karya kontemporer yang relevan dengan perkembangan zaman. Hal ini juga didukung pesatnya kemajuan teknologi informasi dan media komunikasi. Keterbukaan akses tersebut menjadi peluang emas bagi ekosistem industri musik nasional untuk memperkenalkan musik Nusantara ke panggung global dan memajukan ekosistem budaya bangsa.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya