PP Persis Kecam Serangan Fasilitas Sipil di Bandara Riyadh
Ahmad zuhdi
Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:37 WIB
PP Persis Kecam Serangan Fasilitas Sipil di Bandara Riyadh
Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) menyampaikan keprihatinan mendalam atas laporan penyerangan terhadap Bandara Riyadh di Kerajaan Arab Saudi yang dikaitkan dengan kelompok bersenjata Houthi dari Yaman. PP Persis menilai serangan terhadap fasilitas penerbangan sipil tersebut merupakan bentuk ancaman serius bagi keselamatan jiwa manusia, keamanan transportasi internasional, serta stabilitas kawasan Timur Tengah.
Menanggapi insiden tersebut, PP Persis mengeluarkan pernyataan sikap resmi yang mengecam keras aksi kekerasan terhadap infrastruktur publik. "PP Persis menolak dan mengecam setiap tindakan kekerasan bersenjata yang menjadikan bandar udara, fasilitas transportasi, dan infrastruktur sipil sebagai sasaran serangan. Tindakan semacam ini bertentangan dengan prinsip kemanusiaan, hukum humaniter internasional, dan ajaran Islam yang menjunjung tinggi perlindungan jiwa manusia (hifzh al-nafs)," kata Ketua Umum PP Persis, Ustaz Jeje Zaenudin, dalam keterangan yang diterima, Rabu (14/10/2026).
Selain mengecam serangan tersebut, PP Persis mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas Arab Saudi sebagai pelindung Dua Kota Suci, Makkah dan Madinah. Kerajaan Arab Saudi memiliki kedudukan strategis bagi umat Islam sedunia. Karena itu, stabilitas dan keamanan Arab Saudi bukan hanya berkaitan dengan kepentingan nasional negara tersebut, tetapi juga menyangkut kepentingan jutaan umat Islam yang melaksanakan ibadah haji dan umrah.
"Keselamatan jamaah dan kelancaran akses menuju Tanah Suci harus dijaga dari segala ancaman konflik bersenjata," ujarnya.
Dalam upaya mencegah dampaknya meluas, PP Persis mendesak penghentian eskalasi militer dan serangan lintas batas oleh pihak-pihak yang bertikai. PP Persis menyerukan kepada kelompok Houthi dan seluruh pihak yang terlibat dalam konflik kawasan agar menghentikan serangan yang membahayakan penduduk sipil dan memperluas peperangan.
Baca Juga:Alumni Madinah dan Saudi Arabia Kecam Keras Serangan terhadap Bandara Riyadh
Menanggapi insiden tersebut, PP Persis mengeluarkan pernyataan sikap resmi yang mengecam keras aksi kekerasan terhadap infrastruktur publik. "PP Persis menolak dan mengecam setiap tindakan kekerasan bersenjata yang menjadikan bandar udara, fasilitas transportasi, dan infrastruktur sipil sebagai sasaran serangan. Tindakan semacam ini bertentangan dengan prinsip kemanusiaan, hukum humaniter internasional, dan ajaran Islam yang menjunjung tinggi perlindungan jiwa manusia (hifzh al-nafs)," kata Ketua Umum PP Persis, Ustaz Jeje Zaenudin, dalam keterangan yang diterima, Rabu (14/10/2026).
Selain mengecam serangan tersebut, PP Persis mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas Arab Saudi sebagai pelindung Dua Kota Suci, Makkah dan Madinah. Kerajaan Arab Saudi memiliki kedudukan strategis bagi umat Islam sedunia. Karena itu, stabilitas dan keamanan Arab Saudi bukan hanya berkaitan dengan kepentingan nasional negara tersebut, tetapi juga menyangkut kepentingan jutaan umat Islam yang melaksanakan ibadah haji dan umrah.
"Keselamatan jamaah dan kelancaran akses menuju Tanah Suci harus dijaga dari segala ancaman konflik bersenjata," ujarnya.
Dalam upaya mencegah dampaknya meluas, PP Persis mendesak penghentian eskalasi militer dan serangan lintas batas oleh pihak-pihak yang bertikai. PP Persis menyerukan kepada kelompok Houthi dan seluruh pihak yang terlibat dalam konflik kawasan agar menghentikan serangan yang membahayakan penduduk sipil dan memperluas peperangan.
Baca Juga:Alumni Madinah dan Saudi Arabia Kecam Keras Serangan terhadap Bandara Riyadh