Profil Jenderal Tandyo Budi Revita, KSAD Baru Asal Solo
Esti setiyowati
Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:09 WIB
Profil Tandyo Budi Revita, Pria Solo yang Resmi Jabat KSAD. Foto: tangkapan layar
Jenderal TNI Tandyo Budi Revitaresmi menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Pelantikan dilakukanPresiden Prabowo Subiantodi Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Tandyo menggantikanJenderal TNI Maruli Simanjuntak. Sebelumnya Tandyo menjabat sebagai wakil Panglima TNI sejak 10 Agustus 2025.
Jenderal TNI Tandyo Budi Revitalahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 21 Februari 1969. Ia merupakan putra dari seorang guru di Kota Solo dan ibu rumah tangga.
Baca juga: Prabowo Lantik Jenderal Tandyo Budi Revita sebagai KSAD
Pendidikan Militer Tandyo Budi Revita
Tandyo memiliki kakak bernama Mayor Jenderal TNI (Purn.) Nugroho Budi Wiryanto, yang pernah menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer III/Siliwangi dan Wakil Inspektur Jenderal TNI AD.
Ia merupakan lulusan SMA Negeri 2 Surakarta. Karier militernya dimulai setelah menyelesaikan pendidikan di Akademi Militer pada 1991. Ia kemudian mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan militer, antara lain Sekolah Kecabangan Infanteri (Sesarcabif), pendidikan lintas udara (Dik PARA), Diklat Pemburu, serta pendidikan lanjutan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) pada 2006.
Tandyo menggantikanJenderal TNI Maruli Simanjuntak. Sebelumnya Tandyo menjabat sebagai wakil Panglima TNI sejak 10 Agustus 2025.
Jenderal TNI Tandyo Budi Revitalahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 21 Februari 1969. Ia merupakan putra dari seorang guru di Kota Solo dan ibu rumah tangga.
Baca juga: Prabowo Lantik Jenderal Tandyo Budi Revita sebagai KSAD
Pendidikan Militer Tandyo Budi Revita
Tandyo memiliki kakak bernama Mayor Jenderal TNI (Purn.) Nugroho Budi Wiryanto, yang pernah menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer III/Siliwangi dan Wakil Inspektur Jenderal TNI AD.
Ia merupakan lulusan SMA Negeri 2 Surakarta. Karier militernya dimulai setelah menyelesaikan pendidikan di Akademi Militer pada 1991. Ia kemudian mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan militer, antara lain Sekolah Kecabangan Infanteri (Sesarcabif), pendidikan lintas udara (Dik PARA), Diklat Pemburu, serta pendidikan lanjutan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) pada 2006.