Greta Thunberg Serukan Darurat Karhutla Kalimantan: Krisis Belum Berakhir!
Esti setiyowati
Jum'at, 16 Oktober 2026 - 19:13 WIB
Greta Thunberg Serukan Darurat Karhutla Kalimantan: Krisis Belum Berakhir! Foto: instagram/gretathunberg
Aktivis lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg, menyoroti krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap di Kalimantan, Indonesia. Melalui unggahan di media sosial, Greta mengingatkan bahwa kondisi di lapangan jauh lebih buruk daripada yang terlihat dalam video di media sosial.
Greta mengunggah ulang video dari seorang warga Palangkaraya, Kalimantan Tengah yang memperlihatkan dampak kebakaran hutan. Unggahan tersebut memperlihatkan kondisi sekitar yang terlihat oranye. Warga yang melaporkan situasi di Palangkaraya tampak menggunakan masker respirator dan kacamata.
"Darurat!! Silakan bagikan pesan ini dari Kalimantan Indonesia," tulis Greta di unggahan tersebut, Jumat(16/10/2026).
Baca juga: Anak Didik Harus Tetap Peroleh Pendidikan Aman dan Berkualitas dari Efek Karhutla
Ia menyebut krisis tersebut belum berakhir dan telah berlangsung selama empat bulan.
"Krisiskebakaran hutan dan kabut asap masih jauh dari kata selesai. Meski rekaman video ini sudah menunjukkan kondisi yang mengerikan, kenyataan di lapangan jauh lebih buruk daripada yang terlihat di media sosial," lanjutnya.
Dalam keterangannya, Greta menyebut sekitar 2 juta hektare hutan telah hancur akibat kebakaran. Satwa liar dilaporkan terbakar hidup-hidup, sementara warga mengalami kesulitan bernapas dan kehilangan hutan serta kebun karet mereka. Sejumlah petugas pemadam kebakaran juga dilaporkan meninggal dunia.
Greta mengunggah ulang video dari seorang warga Palangkaraya, Kalimantan Tengah yang memperlihatkan dampak kebakaran hutan. Unggahan tersebut memperlihatkan kondisi sekitar yang terlihat oranye. Warga yang melaporkan situasi di Palangkaraya tampak menggunakan masker respirator dan kacamata.
"Darurat!! Silakan bagikan pesan ini dari Kalimantan Indonesia," tulis Greta di unggahan tersebut, Jumat(16/10/2026).
Baca juga: Anak Didik Harus Tetap Peroleh Pendidikan Aman dan Berkualitas dari Efek Karhutla
Ia menyebut krisis tersebut belum berakhir dan telah berlangsung selama empat bulan.
"Krisiskebakaran hutan dan kabut asap masih jauh dari kata selesai. Meski rekaman video ini sudah menunjukkan kondisi yang mengerikan, kenyataan di lapangan jauh lebih buruk daripada yang terlihat di media sosial," lanjutnya.
Dalam keterangannya, Greta menyebut sekitar 2 juta hektare hutan telah hancur akibat kebakaran. Satwa liar dilaporkan terbakar hidup-hidup, sementara warga mengalami kesulitan bernapas dan kehilangan hutan serta kebun karet mereka. Sejumlah petugas pemadam kebakaran juga dilaporkan meninggal dunia.