Surat Terbuka Untuk Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev.
Tim langit 7
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:21 WIB
Anwar Abbas mengkritik kebijakan larangan penggunaan hijab bagi siswa dan guru perempuan di Azerbaijan serta mendesak pemerintah setempat menghormati kebebasan beragama dan hak memperoleh pendidikan.
Oleh: Anwar Abbas
LANGIT7.ID-Adanya larangan memakai hijab bagi siswa dan guru di ruangan kelas di negara Azerbaijan, maka dengan ini kami mengkritik keras kebijakan tersebut. Larangan ini jelas-jelas melanggar hak-hak asasi dari siswi dan guru perempuan untuk memperoleh pendidikan dan kebebasan dalam beragama.
Untuk itu kami mendesak presiden Azerbaijan agar mencabut kebijakan tersebut dan menghormati serta mengembalikan hak-hak dari siswi dan guru untuk memakai hijab tanpa harus kehilangan hak mereka untuk belajar dan mengajar. Kami tidak bermaksud untuk mencampuri urusan dalam negeri Azerbaijan tapi kami hanya menjalankan kewajiban kemanusiaan universal dimana kami harus membela hak-hak anak dan guru untuk beragama serta untuk dapat belajar dan mengajar dengan baik sesuai dengan tuntunan dari ajaran agama mereka. Demikian, terima kasih.(Anwar abbas, pengamat sosial ekonomi dan keagamaan serta
Ketua PP Muhammadiyah)
LANGIT7.ID-Adanya larangan memakai hijab bagi siswa dan guru di ruangan kelas di negara Azerbaijan, maka dengan ini kami mengkritik keras kebijakan tersebut. Larangan ini jelas-jelas melanggar hak-hak asasi dari siswi dan guru perempuan untuk memperoleh pendidikan dan kebebasan dalam beragama.
Untuk itu kami mendesak presiden Azerbaijan agar mencabut kebijakan tersebut dan menghormati serta mengembalikan hak-hak dari siswi dan guru untuk memakai hijab tanpa harus kehilangan hak mereka untuk belajar dan mengajar. Kami tidak bermaksud untuk mencampuri urusan dalam negeri Azerbaijan tapi kami hanya menjalankan kewajiban kemanusiaan universal dimana kami harus membela hak-hak anak dan guru untuk beragama serta untuk dapat belajar dan mengajar dengan baik sesuai dengan tuntunan dari ajaran agama mereka. Demikian, terima kasih.(Anwar abbas, pengamat sosial ekonomi dan keagamaan serta
Ketua PP Muhammadiyah)
(lam)