Mewujudkan Keadilan Sosial, Pemerintah Hadirkan Listrik hingga ke Dusun di Karawang
Zada nur ilma
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:35 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meresmikan sambungan listrik melalui program BPBL di Dusun Prau Bosok, Karawang, sebagai upaya memperluas akses listrik dan mendorong pemerataan layanan energi.
LANGIT7.ID-Karawang; Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama dengan PT PLN (Persero) terus memperluas akses listrik melalui Program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) guna mendorong pemerataan pembangunan dan memastikan masyarakat di berbagai wilayah dapat menikmati layanan listrik.
Menteri ESDM sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia saat meresmikan sambungan listrik BPBL di Dusun Prau Bosok, Desa Muara Baru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada Kamis, (15/10) menegaskan bahwa akses listrik merupakan hak seluruh rakyat Indonesia sesuai pengejawantahan sila kelima Pancasila.
"Jadi itu yang pemerintah lakukan, agar semua desa dan dusun wajib untuk mereka mendapatkan hak yang sama, yaitu manfaat pelayanan daripada listrik. Dan listrik ini keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," tegas Bahlil.
Program BPBL ini menyediakan instalasi listrik rumah, Sertifikat Laik Operasi (SLO), biaya penyambungan dengan daya 900 VA, serta token listrik perdana senilai Rp100.000 bagi warga tidak mampu.
Bahlil juga menambahkan, Lisdes dan BPBL merupakan bagian yang tidak bisa dilepaskan satu sama lain. Lisdes memperluas jangkauan jaringan listrik, sementara BPBL membantu rumah tangga kurang mampu memperoleh sambungan listrik secara gratis.
Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PLN, Edwin Nugraha Putra, menegaskan bahwa PLN siap mendukung percepatan pemerataan akses listrik melalui pembangunan infrastruktur dan penyambungan listrik bagi masyarakat.
“PLN siap menjalankan amanah pemerintah untuk menghadirkan listrik hingga ke dusun-dusun yang belum terjangkau. Kami terus membangun jaringan dan gardu distribusi agar masyarakat dapat menikmati layanan listrik yang layak,” ujar Edwin.
Menteri ESDM sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia saat meresmikan sambungan listrik BPBL di Dusun Prau Bosok, Desa Muara Baru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada Kamis, (15/10) menegaskan bahwa akses listrik merupakan hak seluruh rakyat Indonesia sesuai pengejawantahan sila kelima Pancasila.
"Jadi itu yang pemerintah lakukan, agar semua desa dan dusun wajib untuk mereka mendapatkan hak yang sama, yaitu manfaat pelayanan daripada listrik. Dan listrik ini keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," tegas Bahlil.
Program BPBL ini menyediakan instalasi listrik rumah, Sertifikat Laik Operasi (SLO), biaya penyambungan dengan daya 900 VA, serta token listrik perdana senilai Rp100.000 bagi warga tidak mampu.
Bahlil juga menambahkan, Lisdes dan BPBL merupakan bagian yang tidak bisa dilepaskan satu sama lain. Lisdes memperluas jangkauan jaringan listrik, sementara BPBL membantu rumah tangga kurang mampu memperoleh sambungan listrik secara gratis.
Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PLN, Edwin Nugraha Putra, menegaskan bahwa PLN siap mendukung percepatan pemerataan akses listrik melalui pembangunan infrastruktur dan penyambungan listrik bagi masyarakat.
“PLN siap menjalankan amanah pemerintah untuk menghadirkan listrik hingga ke dusun-dusun yang belum terjangkau. Kami terus membangun jaringan dan gardu distribusi agar masyarakat dapat menikmati layanan listrik yang layak,” ujar Edwin.