CEO Meta AI Alexandr Wang Kirim Surat Panjang Penuh Terima Kasih kepada Timnya: Pekerjaan Kita Belum Selesai
Sururi alfaruq
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 23:15 WIB
Alexandr Wang mengapresiasi tim Meta Superintelligence Labs atas peluncuran model AI Muse dan upaya berkelanjutan mengembangkan teknologi yang aman serta bermanfaat bagi manusia.
LANGIT7.ID-Jakarta; CEO Meta AI, Alexandr Wang, membagikan pesan panjang di platform media sosial X (sebelumnya Twitter) untuk berterima kasih kepada para peneliti dan insinyur di balik peluncuran model AI terbaru perusahaan. Ia menyatakan sangat bersyukur untuk setiap anggota timnya, sekaligus menegaskan bahwa misi mereka masih jauh dari selesai.
Dalam unggahan setelah peluncuran model Muse AI, termasuk Muse Wonder dan Muse Spark yang bersifat open-source, Wang menyebut rilis tersebut sebagai tonggak penting bagi organisasinya. Meta Superintelligence Labs (MSL) dan tim TBD dibentuk sekitar setahun lalu dengan tujuan ambisius membangun model AI terdepan dalam waktu sekitar satu tahun. Menurut Wang, banyak pengamat menganggap target itu mustahil, terutama melihat posisi model Llama 4 sebelumnya. Namun, para peneliti dan insinyur dari dalam maupun luar Meta bergabung dan bekerja dengan urgensi untuk mencapai tujuan tersebut.
Wang mengatakan MSL dan tim TBD didirikan sedikit lebih dari setahun lalu dengan target menghasilkan model terdepan dalam waktu sekitar satu tahun. Melihat posisi Llama 4 saat itu, ia menyebut tujuan itu "sangat berani." "Banyak orang mengatakan itu mustahil," tulisnya. "Kami tahu kemungkinannya kecil, tetapi tetap layak untuk dicoba."
Soal Target yang "Berani"
Ia menuturkan para peneliti dan insinyur dari dalam dan luar Meta bergabung dalam upaya ini. "Setiap orang datang, mengambil sekop, dan langsung bekerja dengan kesungguhan serta urgensi," tulisnya. "Tidak ada yang bertanya itu tugas siapa."
Wang menjelaskan tim sengaja menetapkan prinsip tanpa tenggat waktu saat TBD dimulai, meski harus menangani pekerjaan di bidang pra-pelatihan, pasca-pelatihan, pembelajaran penguatan, sistem multimodal, infrastruktur, keamanan, data, dan riset terdepan. "Tidak ada gunanya menetapkan batas waktu sembarangan," tulisnya. Tujuannya, kata dia, adalah langsung bekerja dan membangun fondasi upaya riset terdepan dalam waktu singkat. "Percobaan demi percobaan, tim ini melakukan tepat itu."
"Tanpa Tenggat Waktu"
Dalam unggahan setelah peluncuran model Muse AI, termasuk Muse Wonder dan Muse Spark yang bersifat open-source, Wang menyebut rilis tersebut sebagai tonggak penting bagi organisasinya. Meta Superintelligence Labs (MSL) dan tim TBD dibentuk sekitar setahun lalu dengan tujuan ambisius membangun model AI terdepan dalam waktu sekitar satu tahun. Menurut Wang, banyak pengamat menganggap target itu mustahil, terutama melihat posisi model Llama 4 sebelumnya. Namun, para peneliti dan insinyur dari dalam maupun luar Meta bergabung dan bekerja dengan urgensi untuk mencapai tujuan tersebut.
Wang mengatakan MSL dan tim TBD didirikan sedikit lebih dari setahun lalu dengan target menghasilkan model terdepan dalam waktu sekitar satu tahun. Melihat posisi Llama 4 saat itu, ia menyebut tujuan itu "sangat berani." "Banyak orang mengatakan itu mustahil," tulisnya. "Kami tahu kemungkinannya kecil, tetapi tetap layak untuk dicoba."
Soal Target yang "Berani"
Ia menuturkan para peneliti dan insinyur dari dalam dan luar Meta bergabung dalam upaya ini. "Setiap orang datang, mengambil sekop, dan langsung bekerja dengan kesungguhan serta urgensi," tulisnya. "Tidak ada yang bertanya itu tugas siapa."
Wang menjelaskan tim sengaja menetapkan prinsip tanpa tenggat waktu saat TBD dimulai, meski harus menangani pekerjaan di bidang pra-pelatihan, pasca-pelatihan, pembelajaran penguatan, sistem multimodal, infrastruktur, keamanan, data, dan riset terdepan. "Tidak ada gunanya menetapkan batas waktu sembarangan," tulisnya. Tujuannya, kata dia, adalah langsung bekerja dan membangun fondasi upaya riset terdepan dalam waktu singkat. "Percobaan demi percobaan, tim ini melakukan tepat itu."
"Tanpa Tenggat Waktu"