home global news

Ustaz Salam Rusyad Paparkan 7 Pilar Transformasi Dakwah Persis

Ahad, 18 Oktober 2026 - 10:31 WIB
Ketua Bidang Jamiyyah Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Islam (Persis), Ustaz Salam Rusyad, memaparkan tujuh pilar utama transformasi dakwah yang harus diperkuat oleh seluruh kader. Foto: Persis.

Ketua Bidang Jam'iyyah Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Islam (Persis), Ustaz Salam Rusyad, memaparkan tujuh pilar utama transformasi dakwah yang harus diperkuat oleh seluruh kader. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Nadwah Jam'iyyah bertajuk “Meneguhkan Transformasi Dakwah Persis di Jakarta sebagai Kota Global dan Budaya” yang berlangsung di Matraman, Jakarta, Ahad (18/10/2026).

Dalam pemaparannya, Ustaz Salam menekankan pentingnya perubahan paradigma berpikir agar Persis mampu beradaptasi dengan dinamika zaman tanpa mengaburkan prinsip dasar ajaran Islam. "Pembaruan pola pikir ini menjadi fondasi awal untuk melangkah ke tahap-tahap transformasi berikutnya, terutama di tengah kompleksitas kota megapolitan seperti Jakarta," kata Ustaz Salam.

Pilar kedua dan ketiga yang disorot adalah penguatan sistem kaderisasi serta peningkatkan efektivitas dakwah digital. Ustaz Salam Rusyad menjelaskan bahwa proses pembinaan kader harus melahirkan SDM yang tangguh dan relevan, sementara pemanfaatan ruang digital menjadi keniscayaan.

Baca Juga:Peradaban Selalu Berputar, Ustaz Jeje: Dakwah Harus Berpikir Global



"Ini agar jangkauan syiar Islam dapat menembus batas-batas geografis dan menjangkau generasi muda secara lebih luas. Sebab dakwah Islam bersifat ka'fatan linnaas (untuk seluruh manusia) dan ka'fatan lil-'alamiin," tuturnya.

Transformasi keempat dan kelima berfokus pada sektor pendidikan dan ekonomi jam'iyah. Pembaharuan mutu pendidikan dinilai sangat krusial untuk mencetak generasi berkarakter dan berdaya saing global, yang kemudian ditopang oleh kemandirian ekonomi organisasi melalui penguatan ekosistem usaha berbasis jam'iyah agar dakwah memiliki fondasi finansial yang kokoh.

Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya