home sosok muslim

Innalillahi, Ulama Karismatik KH Syukron Ma'mun Wafat 

Ahad, 18 Oktober 2026 - 10:51 WIB
KH Syukron Mamun. Foto: Istimewa.

Berita duka menyelimuti seluruh umat Islam dan bangsa Indonesia atas wafatnya sosok ulama karismatik sekaligus pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Darul Rahman, KH Syukron Ma'mun. Tokoh pendakwah senior yang dijuluki Singa Mimbar ini mengembuskan napas terakhirnya dan meninggalkan duka mendalam bagi ribuan santri, alumni, serta masyarakat luas, Ahad (18/10/2026).

Sosok almarhum lahir di Sampang, Madura, dan menempuh pendidikan keagamaan mendalam di Pondok Modern Darussalam Gontor sebelum akhirnya berkiprah luas dalam syiar Islam di ibu kota. Rekam jejak beliau dikenal sangat konsisten dalam menyampaikan dakwah yang tegas, memegang teguh prinsip keagamaan, serta selalu mengedepankan pembinaan moral umat.

Kehadiran beliau di panggung dakwah nasional senantiasa ditunggu-tunggu oleh jemaah karena kedalaman ilmu retorika serta kemampuannya menyampaikan pesan agama secara lugas dan berani. Berbagai pimpinan organisasi keagamaan, tokoh masyarakat, hingga pejabat negara turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepulangan almarhum.

Baca Juga:Kapolri Suyudi Sambangi Rais Aam dan Ketum PBNU di Jatim

Kiprah monumental almarhum terwujud melalui pendirian Pondok Pesantren Darul Rahman pada tahun 1975 di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang kemudian berkembang hingga ke Jagakarsa, Bogor, dan Sawangan. Melalui lembaga pendidikan berbasis keterpaduan pesantren modern dan salaf tersebut, almarhum mendedikasikan hidupnya untuk mencetak kader ulama dan pemimpin bangsa.

Sebagai pengasuh di Darul Rahman, almarhum menanamkan disiplin tinggi, penguasaan bahasa Arab dan Inggris, serta kemandirian kepada seluruh santrinya. Beliau selalu menekankan agar para santri tidak hanya menguasai literatur keislaman klasik, tetapi juga memiliki kepercayaan diri untuk tampil membimbing masyarakat di berbagai lini kehidupan.

Selain memimpin pesantren, almarhum juga aktif dalam organisasi keagamaan dan pernah mengemban amanah penting dalam jajaran kepengurusan Nahdlatul Ulama serta organisasi kemasyarakatan lainnya. Beliau senantiasa mengingatkan pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan memperkuat persatuan umat Islam di atas prinsip moderasi.

Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya