Lebih dari 70 Ribu Balita Derita ISPA Dampak Karhutla, Puan: Kesehatan Anak Harus Jadi Komitmen NasIonal
Lusi mahgriefie
Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:53 WIB
Lebih dari 70 Ribu Balita Derita ISPA Dampak Karhutla, Puan: Kesehatan Anak Harus Jadi Komitmen NasIonal
Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan per 17 Oktober 2026, jumlah penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tujuh provinsi terdampak Karhutla sudah mencapai 311.363 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 70.239 kasus merupakan anak di bawah lima tahun atau balita.
Terkait hal tersebut Ketua DPR RI Puan Maharani menekankan pentingnya perlindungan anak dari berbagai dampak Karhutla, termasuk masalah kesehatan.
"Bagi orang tua, anak yang mengalami gangguan kesehatan, termasuk masalah pernafasan menghadirkan kecemasan yang sangat dekat dan mendesak," kata Puan Maharani dalam keterangan tertulisnya, dikutip Kamis (22/10/2026).
Ia mengingatkan agar Pemerintah untuk secepat mungkin menyelesaikan persoalan Karhutla mengingat dampaknya yang cukup signifikan. "Pemerintah perlu menjawab keadaan tersebut dengan keputusan yang memberi kepastian bahwa keselamatan anak mendapat perhatian penuh dan dukungan tersedia selama dibutuhkan," tuturnya.
"Setiap orang tua ingin melihat anaknya bisa menjalankan aktivitas dengan nyaman, tidur dengan tenang, dan kembali bermain. Harapan yang sederhana ini perlu menjadi perhatian utama kita dalam menentukan langkah penanganan," imbuh Puan.
Puan juga menyoroti bahwa Pemerintah perlu menempatkan perlindungan anak sebagai tujuan bersama dalam penanganan Karhutla. "Perlindungan anak dari kabut asap yang ditimbulkan Karhutla harus menjadi komitmen nasional," tegasnya.
Baca juga:Dinilai Berlarut-larut, DPR Desak Presiden Tetapkan Target Terukur Penanganan Karhutla
Terkait hal tersebut Ketua DPR RI Puan Maharani menekankan pentingnya perlindungan anak dari berbagai dampak Karhutla, termasuk masalah kesehatan.
"Bagi orang tua, anak yang mengalami gangguan kesehatan, termasuk masalah pernafasan menghadirkan kecemasan yang sangat dekat dan mendesak," kata Puan Maharani dalam keterangan tertulisnya, dikutip Kamis (22/10/2026).
Ia mengingatkan agar Pemerintah untuk secepat mungkin menyelesaikan persoalan Karhutla mengingat dampaknya yang cukup signifikan. "Pemerintah perlu menjawab keadaan tersebut dengan keputusan yang memberi kepastian bahwa keselamatan anak mendapat perhatian penuh dan dukungan tersedia selama dibutuhkan," tuturnya.
"Setiap orang tua ingin melihat anaknya bisa menjalankan aktivitas dengan nyaman, tidur dengan tenang, dan kembali bermain. Harapan yang sederhana ini perlu menjadi perhatian utama kita dalam menentukan langkah penanganan," imbuh Puan.
Puan juga menyoroti bahwa Pemerintah perlu menempatkan perlindungan anak sebagai tujuan bersama dalam penanganan Karhutla. "Perlindungan anak dari kabut asap yang ditimbulkan Karhutla harus menjadi komitmen nasional," tegasnya.
Baca juga:Dinilai Berlarut-larut, DPR Desak Presiden Tetapkan Target Terukur Penanganan Karhutla