home wirausaha syariah

Ketika 50 Anggota SUMU ke Yiwu, Kapan di Indonesia Punya Kota Supermarket?

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:26 WIB
Anggota Serikat Usaha Muhammadiyah mengunjungi Yiwu, Tiongkok, untuk mempelajari ekosistem perdagangan grosir yang efisien sebagai referensi pengembangan pusat perdagangan dan UMKM di Indonesia.
Oleh: Anwar Abbas

LANGIT7.ID-Sebanyak 50 anggota Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) memulai kunjungan kerja ke Yiwu, kota bisnis yang terletak di bagian tengah Provinsi Zhejiang, Tiongkok Timur, pada Rabu (21/10/2026). Kunjungan ini bertujuan mempelajari ekosistem perdagangan grosir dan rantai pasok yang membuat Yiwu dikenal sebagai "Supermarket Dunia".

Posisi Yiwu dinilai strategis karena berdekatan dengan kota-kota besar di pesisir timur Tiongkok seperti Hangzhou, Shanghai, dan Ningbo. Kota ini dikenal sebagai kota grosir terbesar di muka bumi saat ini. Yiwu memiliki International Trade City (Pasar Yiwu) seluas sekitar 6,4 juta meter persegi yang terbagi ke dalam lima distrik besar dan mampu menampung lebih dari 75.000 stan penyuplai yang menjual jutaan jenis produk berbeda.

Menurut keterangan yang dihimpun, harga barang di Yiwu terbilang sangat murah karena ekosistem industrinya sangat mendukung dan luar biasa efisien. Para pelaku pasar—mulai dari produsen, pemasok, hingga distributor—berada dalam satu tempat sehingga pembeli dapat langsung berhubungan dengan pihak pabrik atau produsen tanpa perlu perantara.

Selain itu, daya tarik Yiwu terletak pada kemudahan yang diberikan para pengusaha kepada pembeli, berupa penawaran kuantitas order minimum yang rendah. Hal ini memungkinkan para pelaku UMKM dari berbagai daerah dan negara yang memiliki dana dan modal terbatas tetap dapat berbelanja.

Para pembeli juga tidak akan mengalami kesulitan dalam pengiriman barang dari Yiwu ke daerah dan negara asal mereka. Kota Yiwu dekat dengan pelabuhan laut Ningbo dan Shanghai serta terhubung langsung dengan jalur kereta barang internasional yang mengangkut barang ke negara-negara di Asia Tengah dan Eropa. Kondisi ini membuat pergerakan barang dari Yiwu ke berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia, berjalan lancar.

Kunjungan ini pun memunculkan pertanyaan reflektif: kapankah Indonesia akan memiliki kota seperti Yiwu? Hingga kini, jawabannya belum dapat dipastikan. (Anwar Abbas, Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan)
(lam)
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya