Hadiri Peluncuran Buku Indonesia-Rusia, Menteri Kebudayaan Soroti Kerja Sama Kedua Negara
Zada nur ilma
Senin, 26 Oktober 2026 - 21:03 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri peluncuran buku sejarah diplomasi Indonesia-Rusia di Universitas Indonesia, Depok, untuk memperkuat kajian sejarah dan kerja sama kebudayaan kedua negara.
LANGIT7.ID-Depok; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, hadir sebagai pembicara utama dalam Peluncuran Buku "Indonesia-Rusia dalam Pusaran Perang Dingin: Geopolitik dan Diplomasi Soviet di Asia Tenggara" karya Ahmad Fahrurodji yang bertempat di Auditorium Toety Herati Rooseno, FIB UI, Depok.
Mengangkat hubungan bilateral Indonesia dan Uni Soviet periode 1945–1964, peluncuran buku ini menjadi momen untuk meninjau kembali perjalanan sejarah diplomasi bangsa di tengah dinamika Perang Dingin sekaligus mengambil pelajaran berharga bagi arah kebijakan di masa depan.
Dalam kesempatan tersebut, Menbud menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI yang terus membuka ruang bagi penelitian dan dialog lintas budaya, serta Russian Academy of Sciences yang telah mendukung penerbitan dan riset mengenai sejarah dan hubungan kedua negara.
“Peluncuran buku ini merupakan momen pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan hubungan Indonesia–Rusia, dan pendalaman pemahaman kita terhadap sejarah diplomasi Indonesia.
Bukan sekadar kegiatan akademik, ini merupakan kesempatan untuk meninjau kembali perjalanan sejarah; memahami bagaimana Indonesia membangun posisi di tengah persaingan kekuatan dunia, dan mengambil pelajaran bagi masa depan,” ungkap Menbud.
Lebih lanjut, Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa buku karya Ahmad Fahrurodji yang mengangkat periode 1945–1964 merupakan fase bersejarah dalam hubungan Indonesia dan Uni Soviet.
Pada masa itu, Indonesia sedang memperjuangkan pengakuan atas kemerdekaan dan membangun legitimasi internasional.
Mengangkat hubungan bilateral Indonesia dan Uni Soviet periode 1945–1964, peluncuran buku ini menjadi momen untuk meninjau kembali perjalanan sejarah diplomasi bangsa di tengah dinamika Perang Dingin sekaligus mengambil pelajaran berharga bagi arah kebijakan di masa depan.
Dalam kesempatan tersebut, Menbud menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI yang terus membuka ruang bagi penelitian dan dialog lintas budaya, serta Russian Academy of Sciences yang telah mendukung penerbitan dan riset mengenai sejarah dan hubungan kedua negara.
“Peluncuran buku ini merupakan momen pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan hubungan Indonesia–Rusia, dan pendalaman pemahaman kita terhadap sejarah diplomasi Indonesia.
Bukan sekadar kegiatan akademik, ini merupakan kesempatan untuk meninjau kembali perjalanan sejarah; memahami bagaimana Indonesia membangun posisi di tengah persaingan kekuatan dunia, dan mengambil pelajaran bagi masa depan,” ungkap Menbud.
Lebih lanjut, Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa buku karya Ahmad Fahrurodji yang mengangkat periode 1945–1964 merupakan fase bersejarah dalam hubungan Indonesia dan Uni Soviet.
Pada masa itu, Indonesia sedang memperjuangkan pengakuan atas kemerdekaan dan membangun legitimasi internasional.