home global news

Sumpah Pemuda 2026, MPR Ingatkan Ancaman Digital dan Narkoba

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:11 WIB
Sumpah Pemuda 2026, MPR Ingatkan Ancaman Digital dan Narkoba

Wakil Ketua Fraksi Golkar di MPR Firman Soebagyo, menyerukan agar peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026 dijadikan momentum kebangkitan generasi muda melalui semangat “Sumpah Kedua” untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Menurut Firman, peringatan Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi pengingat bagi generasi muda untuk meningkatkan kompetensi, menjaga persatuan, serta berkontribusi nyata dalam menghadapi persaingan global.



“Jika Sumpah Pemuda 1928 adalah sumpah untuk merebut kemerdekaan dari penjajah, maka Sumpah Pemuda 2026 adalah sumpah untuk merebut kejayaan di tengah persaingan global. Indonesia Emas 2045 bukan hadiah, tetapi harus diperjuangkan,” kata Firman dalam siaran persnya, Rabu (28/10/2026).

Ia menegaskan, generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan Indonesia menjelang satu abad kemerdekaan pada 2045. Pemuda yang saat ini berusia 15–25 tahun diperkirakan akan berada pada usia produktif dan memegang berbagai posisi penting dalam pemerintahan, dunia usaha, serta sektor inovasi.



Karena itu, Firman menilai generasi muda perlu mempersiapkan diri dengan kompetensi, integritas, etika, dan kecintaan terhadap Tanah Air. “Yang akan menjadi presiden, menteri, gubernur, CEO, petani milenial, dan inovator pada 2045 adalah generasi muda hari ini. Pertanyaannya, apakah mereka siap dan memiliki kompetensi, etika, serta cinta Tanah Air?” ujarnya.



Firman mengingatkan, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi perkembangan teknologi global. Menurut dia, pemuda harus didorong untuk menjadi pencipta inovasi dan teknologi yang mampu memperkuat kemandirian bangsa.



Pemuda Harus Berdaulat di Era Digital



Selain menyoroti pentingnya kualitas sumber daya manusia, Firman mengingatkan generasi muda terhadap tantangan dunia digital yang semakin memengaruhi kehidupan sosial, ekonomi, dan kebangsaan.

Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya