home global news

Disusupi Narkotika, DPR: Pengawasan Vape Harus Sasar Rantai Distribusi hingga Bahan Baku

Kamis, 05 November 2026 - 14:03 WIB
Disusupi Narkotika, DPR: Pengawasan Vape Harus Sasar Rantai Distribusi hingga Bahan Baku
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menyoroti maraknya penyalahgunaan rokok elektrik atau vape sebagai media konsumsi narkotika. Ia meminta pemerintah memperkuat pengawasan terhadap peredaran vape, termasuk cairan, cartridge, bahan baku, hingga jaringan produsen dan distributornya.

“Ini menjadi tantangan baru dalam upaya melindungi kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda. Produk yang secara umum dikenal sebagai rokok elektrik ternyata dapat dimanfaatkan sebagai media untuk mengonsumsi zat berbahaya. Kita tidak boleh membiarkan celah ini dimanfaatkan oleh jaringan peredaran narkotika,” ujar Netty, Kamis (5/11/2026).

Ia menilai salah satu persoalan yang perlu diwaspadai adalah sulitnya konsumen mengenali kandungan cairan vape hanya dari kemasan atau bentuk cartridge. Produk yang secara fisik terlihat seperti vape biasa belum tentu memiliki kandungan yang aman.

“Jangan sampai masyarakat, terutama anak-anak muda, menganggap semua vape sama hanya karena bentuk dan kemasannya terlihat seperti produk rokok elektrik pada umumnya. Konsumen tidak selalu memiliki kemampuan untuk mengetahui kandungan di dalamnya. Karena itu, pengawasan dan keterbukaan informasi produk menjadi sangat penting,” jelasnya.

Netty juga menyoroti pengungkapan peredaran cartridge vape yang diduga mengandung narkotika di sejumlah wilayah, termasuk penyitaan ribuan cartridge di Pelabuhan Bakauheni dan pengungkapan ratusan cartridge di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

“Pengungkapan di berbagai daerah harus menjadi momentum untuk memperkuat penelusuran jaringan. Jangan hanya berhenti pada penyitaan barang bukti atau penangkapan pelaku di lapangan," katanya.

"Pemerintah dan aparat penegak hukum perlu mengungkap siapa pemasoknya, dari mana bahan tersebut berasal, bagaimana jalur distribusinya, dan siapa yang berada di balik peredaran ini,” tegasnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya