Kejutan di Amerika, Setidaknya 7 Anggota Parlemen Muslim Memenangi Kursi di Kongres AS
Keterwakilan Muslim di Kongres Amerika Serikat mencatat sejarah baru. Sedikitnya tujuh anggota parlemen Muslim berhasil memenangkan kursi di Senat dan DPR AS dalam pemilu terbaru. Kemenangan tersebut menjadi kemajuan bersejarah bagi keterwakilan Muslim di lembaga legislatif Amerika.
Para kandidat mengusung berbagai isu, mulai dari hak sipil, layanan kesehatan, hingga penolakan terhadap dukungan militer AS tanpa syarat kepada Israel. Pemilu ini juga mengubah peta kekuatan politik di Washington.
Partai Demokrat berhasil merebut kendali Senat dan DPR dari Partai Republik. Kebijakan luar negeri menjadi salah satu isu utama dalam kampanye. Sejumlah kandidat menekankan pentingnya penegakan hukum internasional, bantuan kemanusiaan, perlindungan warga sipil, serta penghentian pengiriman senjata AS ke Israel di tengah perang di Gaza.
Muslim Pertama yang Menembus Senat dan DPR
Abdul El-Sayed, Michigan
Kandidat Partai Demokrat berusia 42 tahun ini mengalahkan mantan anggota DPR dari Partai Republik, Mike Rogers. Kemenangan tersebut menjadikannya Muslim pertama yang terpilih sebagai anggota Senat AS.
El-Sayed merupakan seorang dokter dan mantan pejabat kesehatan masyarakat. Ia memenangkan kursi yang ditinggalkan Senator Gary Peters, yang tidak mencalonkan diri kembali. Dalam kampanyenya, El-Sayed mengkritik pengiriman senjata AS tanpa syarat kepada Israel dan menyebut perang di Gaza sebagai genosida.
Adam Hamawy, New Jersey
Demokrat berusia 56 tahun ini mengalahkan kandidat Partai Republik, Gregg Mele, di Distrik Kongres ke-12 New Jersey. Ia menjadi Muslim pertama yang terpilih mewakili negara bagian tersebut di Kongres. Hamawy merupakan ahli bedah plastik, mantan dokter tempur Angkatan Darat AS, dan veteran Perang Irak.