Pemerintah Pastikan Masyarakat Pedesaan Dapatkan Infrastruktur Digital
Mahmuda attar hussein
Ahad, 26 Desember 2021 - 13:35 WIB
Ilustrasi infrastruktur digital. Foto: Langit7
Pandemi Covid-19 telah merubah gaya hidup masyarakat untuk lebih melekat pada digitalisasi. Salah satunya dalam transaksi jual beli, di mana terjadi peningkatan jumlah konsumen digital sebesar 21 juta orang.
Pemerintah berupaya memanfaatkan momentum tersebut, dengan menjamah masyarakat di pedesaan yang diharapkan dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi digital.
Baca juga: Menkominfo Dorong Pemda Ambil Bagian Cetak Talenta Digital
Untuk itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah menyiapkan infrastruktur digital, serta mendorong inovasi dan kemitraan layanan e-commerce dan logistik.
Inspektur Jenderal Kominfo, Doddy Setiadi menyebutkan, sebanyak 72 persen berasal dari wilayah pedesaan. Oleh karena itu, kemitraan antara e-commerce dan layanan logistik akan memiliki nilai tambah dan meningkatkan ekonomi digital yang inklusif.
“Angka ini menunjukkan pertumbuhan penetrasi e-commerce di pasar terbesar di Indonesia. Bahkan, siap menciptakan dan menangkap nilai tambah era digital, serta berkontribusi pada pengembangan e-commerce yang lebih inklusif,” jelasnya dalam Diskusi Forum Bisnis: Postal Opportunity in Rural Region in Digital e-Commerce, Sabtu (25/12).
Baca juga: Kembangkan Ekonomi Digital, Presiden: Siapkan Kebutuhan SDM
Pemerintah berupaya memanfaatkan momentum tersebut, dengan menjamah masyarakat di pedesaan yang diharapkan dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi digital.
Baca juga: Menkominfo Dorong Pemda Ambil Bagian Cetak Talenta Digital
Untuk itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah menyiapkan infrastruktur digital, serta mendorong inovasi dan kemitraan layanan e-commerce dan logistik.
Inspektur Jenderal Kominfo, Doddy Setiadi menyebutkan, sebanyak 72 persen berasal dari wilayah pedesaan. Oleh karena itu, kemitraan antara e-commerce dan layanan logistik akan memiliki nilai tambah dan meningkatkan ekonomi digital yang inklusif.
“Angka ini menunjukkan pertumbuhan penetrasi e-commerce di pasar terbesar di Indonesia. Bahkan, siap menciptakan dan menangkap nilai tambah era digital, serta berkontribusi pada pengembangan e-commerce yang lebih inklusif,” jelasnya dalam Diskusi Forum Bisnis: Postal Opportunity in Rural Region in Digital e-Commerce, Sabtu (25/12).
Baca juga: Kembangkan Ekonomi Digital, Presiden: Siapkan Kebutuhan SDM