2.000 Kamar Hotel di Lombok Full Booking Maret Mendatang
Hasanah syakim
Jum'at, 14 Januari 2022 - 22:50 WIB
Batatu Villa menghadirkan penginapan yang nyaman dengan private pool. Foto: Batatu/Instagram
Sebanyak 2.000 kamar hotel di kawasan Senggigi sudah full booking pada Maret 2022 mendatang bertepatan dengan ajang MotoGP di Sirkuit Pertamina Mandalika, 18-20 Maret 2022 mendatang.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat Saepul Akhkam mengatakan perhelatan balap motor internasional itu diperkirakan akan menarik 100 ribu wisatawan domestik dan mancanegara.
"Kamar hotel sudah banyak dipesan. Sebagian sudah full booking," kata Saepul Akham, Jumat (14/1/2022).
Baca juga:Siap-siap Nonton MotoGP, Ini Rekomendasi Menginap Dekat Sirkuit Mandalika
Untuk mengantisipasi ketersediaan akomodasi di Lombok, kata Akhkam, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendorong munculnya akomodasi sementara di Lombok untuk menampung penonton MotoGP.
Opsi yang ditawarkan, antara lain penginapan di tenda atau glamping. Selain itu, kapal pesiar yang bersandar di Dermaga Pelabuhan Lombok akan digunakan sebagai akomodasi sementara.
"Bila kapasitas di Lombok dirasa masih tidak cukup menampung kebutuhan, maka pemerintah mewacanakan akan mengarahkan wisatawan untuk tinggal di Bali atau destinasi sekitar NTB," ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat Saepul Akhkam mengatakan perhelatan balap motor internasional itu diperkirakan akan menarik 100 ribu wisatawan domestik dan mancanegara.
"Kamar hotel sudah banyak dipesan. Sebagian sudah full booking," kata Saepul Akham, Jumat (14/1/2022).
Baca juga:Siap-siap Nonton MotoGP, Ini Rekomendasi Menginap Dekat Sirkuit Mandalika
Untuk mengantisipasi ketersediaan akomodasi di Lombok, kata Akhkam, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendorong munculnya akomodasi sementara di Lombok untuk menampung penonton MotoGP.
Opsi yang ditawarkan, antara lain penginapan di tenda atau glamping. Selain itu, kapal pesiar yang bersandar di Dermaga Pelabuhan Lombok akan digunakan sebagai akomodasi sementara.
"Bila kapasitas di Lombok dirasa masih tidak cukup menampung kebutuhan, maka pemerintah mewacanakan akan mengarahkan wisatawan untuk tinggal di Bali atau destinasi sekitar NTB," ujarnya.