Riset Terbaru, Tiga Dosis Vaksin Sinovac Bentuk Antibodi untuk Omicron
Fifiyanti Abdurahman
Sabtu, 15 Januari 2022 - 09:02 WIB
Ilustrasi vaksin booster COVID-19. Foto : LANGIT7/iStock
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan vaksin Pfizer atau AstraZeneca bisa menjadi booster bagi penerima vaksin Sinovac. Menurut laman Kemenkes, sasaran dosis primer Sinovac maka diberikan AstraZeneca separuh dosis (0,25 ml) atau Pfizer separuh dosis (0,15 ml).
Data terbaru dari Sinovac Biotech menyebutkan sebanyak 95 persen individu yang telah mendapat tiga dosis Coronavac memiliki antibodi penawar berbagai varian Covid-19, termasuk Omicron. Studi ini meneliti respons imun Coronavac, vaksin yang diinaktivasi –propiolakton, pada 120 peserta.
Baca juga:Booster Moderna dengan Vaksin Lengkap Sinovac Tingkatkan Antibodi Hingga 9,3 Kali
Hasil penelitian mendukung penggunaan tiga dosis imunisasi karena tingkat serokonversi dari antibodi penetralisir terhadap Omicron meroket dari 3,3% menjadi 95% untuk rangkaian dua dan tiga dosis masing-masing.
Pada partisipan yang menerima tiga dosis, peneliti juga mengisolasi 323 antibodi monoklonal manusia yang berasal dari memori sel B, setengahnya mengenali receptor binding domain (RBD) dan menampilkan bahwa sebagian dari mereka (24/163) memberikan netralisasi pada SARS-CoV-2 variants of concerns (VOCs).
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan sebuah varian sebagai VOCs apabila dikaitkan dengan “peningkatan penularan atau perubahan merugikan dalam epidemiologi COVID-19, peningkatan virulensi atau penurunan efektivitas kesehatan masyarakat dan sosial atau pada fasilitas diagnostik, vaksin, dan terapi yang tersedia.”
“Saat dunia terus bergulat dengan munculnya varian baru COVID-19, penelitian ini memberikan kepastian bahwa tipe vaksin nonaktif, salah satu vaksin yang paling banyak digunakan secara global, tetap efektif melawan COVID-19." kata juru bicara Sinovac Pearson LIU dalam keterangannya, Jumat (14/1/2022).
Data terbaru dari Sinovac Biotech menyebutkan sebanyak 95 persen individu yang telah mendapat tiga dosis Coronavac memiliki antibodi penawar berbagai varian Covid-19, termasuk Omicron. Studi ini meneliti respons imun Coronavac, vaksin yang diinaktivasi –propiolakton, pada 120 peserta.
Baca juga:Booster Moderna dengan Vaksin Lengkap Sinovac Tingkatkan Antibodi Hingga 9,3 Kali
Hasil penelitian mendukung penggunaan tiga dosis imunisasi karena tingkat serokonversi dari antibodi penetralisir terhadap Omicron meroket dari 3,3% menjadi 95% untuk rangkaian dua dan tiga dosis masing-masing.
Pada partisipan yang menerima tiga dosis, peneliti juga mengisolasi 323 antibodi monoklonal manusia yang berasal dari memori sel B, setengahnya mengenali receptor binding domain (RBD) dan menampilkan bahwa sebagian dari mereka (24/163) memberikan netralisasi pada SARS-CoV-2 variants of concerns (VOCs).
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan sebuah varian sebagai VOCs apabila dikaitkan dengan “peningkatan penularan atau perubahan merugikan dalam epidemiologi COVID-19, peningkatan virulensi atau penurunan efektivitas kesehatan masyarakat dan sosial atau pada fasilitas diagnostik, vaksin, dan terapi yang tersedia.”
“Saat dunia terus bergulat dengan munculnya varian baru COVID-19, penelitian ini memberikan kepastian bahwa tipe vaksin nonaktif, salah satu vaksin yang paling banyak digunakan secara global, tetap efektif melawan COVID-19." kata juru bicara Sinovac Pearson LIU dalam keterangannya, Jumat (14/1/2022).